oleh

Dadang: Tunggu Hasil Pemeriksaan

Pekanbaru (HR)-Baru satu bulan dibuka untuk umum, kondisi Jembatan Siak IV sudah mengalami kehilangan sejumlah mor bautnya, lantaran dicuri oleh tangan-tangan jahil. Kondisi ini bisa berpengaruh pada kekuatan jembatan bernama Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah.

Tak ingin jembatan menjadi berbahaya untuk dilalui, Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau pun telah meminta pihak kontraktor untuk memeriksa kekuatan jembatan dengan hilangnya mor tersebut. Maklum, mor baut yang hilang menjadi kekuatan jembatan di setiap besi penyambung.

Kepala Dinas PUPR Riau, Dadang Eko Purwanto, sangat menyayangkan hilangnya mor baut yang terpasang di jembatan. Dan kondisi tersebut dikhawatirkan bisa membuat kondisi jembatan jadi tidak seimbang. Untuk itu pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kontraktor agar mor baut yang hilang tersebut bisa segera diganti.

“Ini banyak kali pencuri, tentu kita menyayangkan kelakuan yang dapat membahayakan orang banyak. Dari 90 baut, posisinya antara abutmen dengan pilar 11 yang terbanyak ada yang hilang 14 buah, ada yang 8 buah, 4 buah, kita tidak ingin jembatan ini membahayakan. Dan kita Sudah minta pihak kontraktor menggantinya,” ujar Dadang, Minggu (14/4).

“Selain mengganti mor baut itu, kita juga sudah meminta pihak kontraktor berkoordinasi apakah jembatan ini masih layak guna setelah hilangnya mor baut itu. Dan untuk sementara masih layak, tapi perlu segera ada pengganti mor baut yang hilang,” tambahnya.

Lebi jauh dikatakan Dadang, pemeriksaan terhadap hilangnya mor baut dan hasilnya dari pihak kontraktor belum keluar. Namun jembatan masih bisa dilalui, tetapi jika keluar hasil pemeriksaan bahwa jembatan tersebut tidak bisa dilalui sementara, maka jembatan tersebut akan ditutup sementara.

“Baut yang hilang sudah dihitung termasuk pemeriksaan kelayakan jembatan, ternasuk kita ikut memeriksanya. Memang hasilnya belum keluar. Setelah hasil keluar dan pihak yang kontraktor mengatakan harus ditutup sementara tentu kita tutup. Untuk menjaga keselamatan masyarakat, sekarang masih bisa dilalui, kapan keluar hasilnya masih kita tunggu,” kata Dadang.

Lebih jauh dikatakan Dadang, tidak saja mor baut jembatan yang hilang di curi orang, tapi juga reling kabel atau penutup kabel juga lenyap dicuri. Selain itu penangkal petir juga hilang, dan sudah dua kali hilang dicuri.

“Itu penangkal petir sudah dua kali hilang, sekarang sudah diganti lagi. Reling kabel juga lenyap dicuri, kelakuan orang seperti ini tentu sangat merugikan kita. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakay agar menjaga kestabilan jembatan kita ini. Janganlah lagi mengambil setiap alat yang sangat fatal di jembatan di curi lagi,” harap Dadang.

“Untuk membeli perlatan yang hilang itu tidaklah mudah dan perlu waktu. Termasuk mor baut yang hilang itu, pihak kontraktor harus memesannya dulu ke bukaka. Sekarang masih dalam masa perawatan kontraktor untuk enam bulan, kalau sudah habis masa pemeliharaan tentu kita lagi yang harus menggantinya,” ungkapnya.

Disinggung mengapa mor baut yang terpasang di jembatan tersebut bisa terbuka dengan mudah dan diambil. Dadang menjelaskan, mor baut tersebut memang tidak sulit dibuka, dan yang mencurinya juga sudah mengetahui peralatan apa yang bisa membuka mor baut tersebut.

“Itukan mor baut yang pengerjaan yang lama, bukan pengerjaan yang baru. Jadi dibuka dengan kunci Inggris saja bisa terbuka, walaupun besar tapi bisa dibuka. Itu hanya mornya yang dibuka, kalau bautnya terpasang kuat dan tak bisa dibuka. Intinya pencuri itu harus sadar bahwa itu sangat membahayakan jembatan. Jadi mari kita jaga bersama masyarakat kalau ada yang melihat laporkan segera,” tutup Dadang.***(Nurmadi)

Comments

Berita Terbaru