oleh

Kisah Di Balik Taruhan Tanah 1 Hektar dalam Pilpres 2019

(HR) – Hendrik Arhadi, pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin, dan pamannya, Abdul Aziz C, adalah yang merupakan pendukung pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Mereka melakukan hal yang cukup menyita perhatian netizen Indonesia, bagaimana tidak. Dalam suasana pesta demokrasi ini mereka membuat taruhan untuk kemenangan paslon yang mereka dukung, bahkan dalam gambar tersebut terlihat mereka pertaruhkan tanah seluas 1 hektar.

Namun setelah ditelusuri, mereka bertaruh tanah seluas 1 hektar yang merupakan lapangan bola milik desa yang disebut sudah 10 tahun tidak diperhatikan oleh pemerintah setempat.

Hendrik menuturkan, inisiatif foto taruhan pilpres itu muncul pada Senin (15/4/2019) pagi.

“Kebetulan lapangannya dekat rumah, jadi kami langsung foto dan beli materai, baru di-upload di FB (Facebook),” ujar Hendrik.

Ternyata, setelah diunggah setelah shalat Azhar, foto itu sudah viral. Di akun Facebook pamannya, hingga pukul 19.00 Wita, foto tersebut sudah dibagikan lebih dari 200 kali.

Hendrik mengatakan, ada latar belakang khusus mereka mengunggah foto taruhan itu. Mereka berharap, pemerintah dan presiden yang kelak terpilih menjadikan lapangan sepak bola ini sebagai pusat aktivitas warga.

“Sudah 10 tahun kami ajukan proposal ke Kepala Desa, Pak Camat, Pak Bupati, dan caleg DPR, tapi sampai sekarang rumputnya masih tinggi,” ujar Hendrik.

Padahal, saat dia masih SD hingga SMP, lanjut Hendrik, tanah lapangan yang kini jadi area gembala ternak sapi dan kambing itu terawat dan menjadi pusat olah raga anak muda.

Dia dan pamannya berharap, jika Jokowi atau Prabowo kelak terpilih, bisa memprogramkan perbaikan lapangan sepak bola tingkat desa.

“Jangan anak muda nanti hanya tahu main Mobile Legend dan PS 4 tapi tidak tahu main bola asli,” katanya.

Viral

Dalam foto yang viral, Hendrik dan pamannya terlihat berjabat tangan. Selain itu, terdapat pula foto kuitansi perjanjian taruhan bermaterai Rp 6.000 yang ditandangani kedua pihak.

“Perjanjiannya betul, Pak,” kata Hendrik (30), warga Desa Empagae, Kecamatan Empagae, sekitar 18 km sebelah timur Pangkajene, Kabupaten Sidrap, ketika dikonfirmasi Tribun melalui sambungan telepon, Senin (15/4/2019) petang.

“Tapi tanahnya itu adalah lapangan desa yang sudah 10 tahun tidak diperhatikan sama pemerintah,” tutur Hendrik kemudian. (Kps/Fah)

Comments

Berita Terbaru