oleh

Masyarakat Jangan Golput

BAGANSIAPIAPI (HR)-Bupati Rokan Hilir Suyatno berharap, partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilu serentak tahun 2019 ini bisa mencapai 80 persen. Agar itu bisa terwujud, dia minta masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya di TPS dan jangan golput.

Hal ini dikatakan Suyatno, saat memberi arahan pada acara apel patroli pengawasan masa tenang tajaan Bawaslu Rohil, Minggu (14/4) di halaman kantor BPKAD Rohil, Jalan Merdeka, Bagansiapiapi. Walau pun apel dan senam bersama itu diwarnai hujan rintik-rintik, bupati bersama para pengawas TPS serta pihak terkait lainnya tetap semangat mengikuti senam dan apel hingga selesai.

“Hujan rintik-rintik ini adalah suatu anugerah yang diberikan Allah SWT kepada kita semua. Kita lihat para pengawas antusias dan semangat mengikuti senam dan apel bersama ini dengan tujuan bagaimana partisipasi pemilih di daerah kita bisa meningkat dari pemilu sebelumnya dan tidak ada yang golput,” Ujar Suyatno.

Dia juga berpesan, agar masyarakat memberitahukan kepada keluarga, tetangga, dan kerabat untuk bisa memberikan hak politiknya di pemilu serentak ini.

“Pemilu tahun lalu partisipasi masyarakat yang memberikan hak suaranya hanya 51 persen. Untuk itu, kita berharap pemilu kali ini kita bisa mencapai angka 80 persen dan tidak ada yang golput,” jelasnya.

Bupati juga menyebutkan, kebanyakan yang tidak memberikan hak politiknya adalah para anak muda dan para pedagang.

“Para anak muda kebanyakan bangunnya siang. Mana ada anak muda bangun pagi langsung menuju ke TPS, yang banyak di TPS itu malah para orang tua,” bebernya.

Selain anak muda, para pedagang juga jarang menggunakan hak politiknya di pesta demokrasi.

“Para pedagang itu bangunnya pagi dan pulangnya sore, bahkan ada yang pulang malam menjajakan jualannya. Jadi mereka itu jarang memberikan hak politiknya,” ucapnya, sembari berdoa pemilu di Rohil berjalan lancar dan aman serta membuahkan hasil yang bagus.

Sementara Ketua Bawaslu Rohil Syahyuri mengatakan, kalau pemilu serentak ini menjadi sejarah baru di Indonesia dan menjadi panggilan mulia bagi Bawaslu untuk melakukan pengawasan. Karena di masa tenang ini biasanya cenderung terjadinya politik uang, berita bohong hingga terjadinya benturan kekerasan antar masa pendukung.

“Mari sama-sama kita cegah terjadinya politik uang, penyebaran berita bohong yang membuat terjadinya pertikaian, karena hal demikian tentunya merusak demokrasi di NKRI ini,” pungkasnya.(adv)

Comments

News Feed