oleh

Dewan Soroti Hilangnya Baut di Jembatan Siak IV

 

PEKANBARU (HR)-DPRD Riau menyoroti banyaknya mur dan baut yang hilang di Jembatan Siak IV. Kejadian itu tentunya membuat heboh dan menimbulkan kekhawatiran di tengah-tengah masyarakat.

Demikian disampaikan anggota DPRD Riau Taufik Arrakhman, baru-baru ini. Dikatakan legislator asal daerah pemilihan (Dapil) Kota Pekanbaru itu, dengan hilangnya mur dan baut dikhawatirkan akan mempengaruhi daya tahan jembatan yang menghubungkan kawasan Rumbai Pesisir dan Pekanbaru Kota itu.

Padahal, kata Taufik, keberadaan infrastruktur yang kini bernama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Jembatan Marhum Pekan tersebut, telah lama dinanti masyarakat Riau khususnya yang ada di Kota Pekanbaru.

“Kita,pertanyakan, apakah jembatan ini memang salah rancangan, atau bagaimana? Kok bisa diambil-ambil orang bautnya? Karena mengambil baut jembatan ini bukan perkara gampang,” ujar Taufik.

Menurut dia, persoalan ini telah menjadi isu nasional. Untuk itu, dia berharap agar pihak kepolisian segera mengusut kasus pencurian material jembatan tersebut.

“Ini sudah menjadi konsumsi nasional, seolah-olah orang Riau ini pemangsa baut. Kalau memang iya, seharusnya cepat dilaporkan dan diproses oleh pihak kepolisian,” sebut Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu.

“Karena di Pekanbaru ini saja ada empat jembatan, dan selama ini tidak ada yang heboh dicuri. Kok baru yang ini (Jembatan Siak IV,red) yang dicuri?Berarti ada yang salah dari jembatan,” sambung dia.

Untuk diketahui, sejumlah mur dan baut jembatan hilang yang hilang. Seperti di pagar besi pembatas jembatan, kabel tembaga penangkal petir dan baut pengunci di bagian gerder, serta balok penahan jembatan sepanjang 834 meter tersebut.

“Kalau memang membahayakan, harusnya ditutup saja. Jangan hanya membuat heboh tapi tidak ada jalan keluarnya. Karena ini berdampak buruk terhadap imej masyarakat Kota Pekanbaru,” pungkas Taufik.(ADV)

Comments

Berita Terbaru