oleh

Audiensi dengan Guru Sertifikasi, Wako Dihadiahi Cotton Bud

PEKANBARU (HR) – Agenda audiensi Wali Kota Pekanbaru Firdaus, dengan Forum Guru Sertifikasi diwarnai aksi tak biasa, Selasa (7/5). Pasalnya, usai menjelaskan terkait surat jawaban dari pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Firdaus diberikan dua jenis hadiah oleh mahasiswa yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Adapun hadiah itu berupa karangan bunga berisi alat pembersih telinga tau cotton bud. Kemudian piagam bertuliskan ‘Rekor Pekanbaru sebagai Wali Kota Terbaik dalam Bersandiwara untuk Tidak Melihat dan Mendengarkan Rakyatnya’.

Pada saat penyerahan itu raut wajah Firdaus sedikit berubah. Seperti meredam emosi lantaran menilai perwakilan mahasiswa dari  Universitas Riau (UR) itu tidak mendengarkan penjelasan dirinya saat audiensi berlangsung.

“Kan saya sudah jelaskan. Kalau tidak paham, congkel aja (telinga) pakai ini (cotton bisa, red),” kata Firdaus seraya meninggalkan ruang rapat.

Sebelumnya, agenda audiensi membahas tentang pembayaran Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP). Pertemuan itu sempat molor dari jadwal semula, yakni pukul 10.15 WIB. Hingga satu jam ke depan acara belum juga dimulai, menunggu kedatangan Wako yang sedang audiensi dengan pimpinan sebuah media cetak di kediamannya Jalan Ahmad Yani.

Sedangkan, di ruang rapat kantor Wali Kota, Ketua PGRI Kota Pekanbaru Defi Warman tampak telah menunggu. Di sana juga terlihat koordinator Guru Sertifikasi Zulfikar Rahman, dan Raja Ira.

Dari pihak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, sudah ada Asisten I Setdako Pekanbaru Azwan, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal. Selain itu, ada Sekretaris  Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pekanbaru Masria.

Ketua PGRI Kota Pekanbaru, Defi Warman, mengatakan, kedatangan para guru ingin langsung mendengar keterangan dari Wako. PGRI, sebutnya, telah sering berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik).  Namun saat ini, para pendidik itu ingin langsung mendengar keterangan dari Wako Pekanbaru.

“Kami sudah menerima informasi bahwa Pemko sudah mendapat jawaban dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI terkait TPP,” ujar Defi Warman.

Wako Pekanbaru Firdaus, tak menampik jika Pemko Pekanbaru telah menerima surat jawaban dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI terkait tuntutan guru sertifikasi. Jawaban disampaikan langsung oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan.

Pada pertemuan itu, Firdaus membacakan intisari dari jawaban Kemendikbud yang diterima pada April 2019 lalu.

Ia menyebut, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendikbud RI Nomor 10 tahun 2018, tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Tunjangan Profesi, tunjangan khusus dan tambahan penghasilan guru pegawai negeri sipil hanya mengatur dana APBN.

Sedangkan keuangan APBD diatur sendiri oleh pemerintah daerah. Wako, menyampaikan dalam surat itu tertuang bahwa pemerintah daerah dapat memberi TPP kepada PNS di daerah.

“Hal ini sesuai pertimbangan yang objektif dengan memperhatikan keuangan daerah. Serta memperoleh persetujuan DPRD,” terang Wako Pekanbaru.

Kesimpulan dalam pertemuan itu, Pemko Pekanbaru bisa memberikan TPP bagi guru dengan sertifikasi pendidikan. Tapi pemberian TPP bisa dilakukan sepanjang keuangan daerah memungkinkan.

“Kalau keuangan pemerintah kota mampu tentu kita serahkan. Nanti kita hitung lagi kemampuan keuangan daerah,” pungkas dia.(her/dod)

Comments

Berita Terbaru