oleh

Temui Aspidum, Dir Reskrimum Bahas Perkara Dugaan Pemalsuan SK Menhut di Siak

PEKANBARU (HR)-Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Riau, Kombes Pol Hadi Poerwanto, akhirnya angkat bicara terkait pertemuannya dengan Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Riau, Sofyan Selle, Kamis (7/5).

Selain silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas sejumlah hal terkait perkara yang ditangani penyidik Dit Reskrimum Polda Riau. Salah satunya terkait dugaan pemalsuan Surat Keputusan Menteri Kehutanan (SK Menhut) di Kabupaten Siak yang dalam beberapa hari terakhir mewarnai pemberitaan sejumlah media massa di Riau.

“Saya melihat terkait banyaknya pemberitaan itu (dugaan pemalsuan SK Menhut,red) juga,” ujar Kombes Pol Hadi melalui sambungan telepon, Kamis malam.

“Itu kan salah satunya,” sambung dia.

Dalam perkara ini terdapat dua orang pesakitan. Yaitu, Teten Effendi, mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Siak, dan Suratno Konadi selaku Direktur PT Duta Swakarya Indah (DSI). Keduanya saat ini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Siak.

Di tengah proses sidang, diketahui jika perkara tersebut juga menyeret nama mantan Bupati Siak Arwin AS. Dia diduga sebagai pelaku utama.

Hal itu diketahui dari Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor : SPDP/98/X/2016/Reskrimum Polda Riau, tertanggal 25 Oktober 2016. Dalam SPDP , yang ditandatangani Dir Reskrimum Polda Riau kala itu, Kombes Pol Surawan dinyatakan terdapat nama tersangka Arwin AS, dan kawan-kawan.

Untuk ‘dan kawan-kawan‘, dalam hal ini Teten Effendi dan Suratno Konadi, terus diproses hingga ke persidangan. Sementara berkas perkara atas nama Arwin AS tak kunjung dilimpahkan penyidik Polda ke Kejati Riau.

Belakangan, SPDP itu dibantah sendiri oleh pihak yang menerbitkannya. Itu sebagaimana disampaikan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, baru-baru ini.

“Tersangka kasus pemalsuan (SK Menhut) ada 2 orang. Atas nama SK (Suratno Konadi,red) dari perusahaan (PT DSI,red) dan TE (Teten Effendi,red), mantan pejabat Kadishutbun. (Perkaranya) sudah tahap II (dilimpahkan ke Kejaksaan,red),” ungkap Sunarto.

Saat disinggung adanya SPDP atas nama Arwin AS sebagaimana disampaikan Jaksa, Sunarto menampiknya. “Tidak ada (SPDP atas nama Arwin AS),” tegas mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) itu.

Sementara itu, terkait kedatangan Dir Reskrimum Polda Riau itu, dibenarkan Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, tidak menampik adanya kedatangan Kombes Pol Hadi tersebut. Menurutnya, pertemuan itu dalam rangka koordinasi dan silaturahmi.

“Aspidum ada bilang, (Dir Reskrimum) datang. Tapi saya tidak melihatnya. Ya, cuma koordinasi dan silaturahmi,” kata Muspidauan.

Koordinasi itu, menurut dia, merupakan hal yang biasa. Itu mengingat, Dir Reskrimum dan Aspidum, memiliki kaitan yang erat dalam tupoksinya masing-masing.

“Biasa lah. Kalau datang itu kan biasanya koordinasi, silaturahmi. Aspidum dengan Dir Reskrimum itu kan tupoksinya sama. Saling sambut menyambut,” ujar dia.

Saat disinggung, apakah pertemuan itu terkait polemik perkara dugaan pemalsuan SK Menhut di Siak, Muspidauan menjawab normatif. “Itu yang kita tidak tahu koordinasinya. Mungkin selama ini jarang komunikasi. Intinya silaturahmi lah. Ngobrol-ngobrol ringan lah,” pungkas Muspidauan.(dod)

Comments

Berita Terbaru