oleh

Warga Keluhkan Balap Liar di Jalan Hangtuah

PEKANBARU (HR)-Sejumlah warga Jalan Hangtuah, Pekanbaru mulai resah dengan aksi balap liar yang dilakukan anak-anak muda setiap sore di jalan tersebut jelang berbuka puasa.

Berbagai umpatan kesal terlontar dari mulut mereka, sebab aksi yang dilakukan bukan hanya membahayakan diri pebalap liar tersebut tapi juga sangat beresiko terhadap pengendara lain.

“Kalau kalian yang jatuh tak apa, kan memang itu maunya. Kalau pengendara lain yang celaka bagaimana? Tiap sore seperti ini terus, apa tak geram kami melihatnya,” kata Sudibyo, warga setempat yang bekerja, Kamis (9/5).

Pantauan haluanriau.co, tidak hanya balap liar, sekelompok anak muda di sana juga melakukan aksi standing (mengangkat ban depan,red) dengan kecepatan tinggi. Tak ayal, membuat pengendara lain bingung.

Selain itu, pengemudi bus Trans Metro yang juga melewati jalan itu terpaksa menghindar, daripada harus menerima resiko yang membahayakan. Apalagi kondisi jalan tersebut sangat ramai dilalui warga, baik menuju pulang maupun keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut keterangan Tina, warga lain yang tinggal sekitar lokasi, aksi balap liar dimulai pada pukul 17.00 WIB hingga waktu berbuka puasa. Puluhan anak muda menggeber kendaraannya saling berpacu mulai dari depan Kantor UPT Dinas Perindustrian, sampai ke SPBU yang ada di lokasi, kemudian berbalik kembali ke tempat semula.

“Tadi ada yang jatuh pembalapnya. Untung tak apa-apa. Itu sudah peringatan, kalau dibiarkan terus, ini bisa berbahaya. Pemerintah tolong perhatikan masalah ini, kami tiap hari lewat di Jalan Hangtuah,” pinta Tina.

Camat Tenayan Raya, Abdimas Syahfitrah, tegas mengatakan, akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat. Bukan hanya aksi di Jalan Hangtuah, tindakan serupa juga akan dilakukannya untuk aksi balap liar yang diadakan di Komplek Perkantoran Tenayan Raya di Jalan Badak.

“Kita akan koordinasikan masalah ini dengan Kapolsek, sama dengan aksi balap yang diadakan di Komplek Perkantoran Pemko, Tenayan,” tegas Abdimas.

Dia mengimbau kepada kawula muda, selama bulan Ramadan, lebih baik mengisi kegiatan keagamaan di masjid daripada ikut balap liar yang sama sekali tak bermanfaat, namun malah menimbulkan resiko yang sangat berbahaya.

“Boleh saja keluar ngabuburit, tapi harus tertib, silahkan nikmati suasana Ramadan, tapi bukan berarti ikut balap liar yang menimbulkan resiko bagi diri sendiri maupun orang lain,” pungkas Abdimas.(her/dod)

Comments

Berita Terbaru