oleh

Diklarifikasi Jaksa, Kacab BJB Pekanbaru Sebut Hanya Silaturahmi

PEKANBARU (HR)-Dua hari pasca merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Bank Jabar Banten (BJB), sang kepala cabang di Pekanbaru dipanggil pihak kejaksaan setempat, Rabu (22/5). Faktanya diklarifikasi, sang kacab berdalih kedatangannya hanya bersilaturahmi.

Kacab BJB Pekanbaru yang dimaksud adalah Rachmat Abadi. Dia datang dengan didampingi dua orang rekannya sekitar pukul 10.00 WIB.

Setibanya di sana, ketiga pegawai Bank BJB Pekanbaru itu langsung menuju ruang pemeriksaan. Lalu, sekitar pukul 11.45 WIB, mereka meninggalkan kantor Kejari Pekanbaru.

Tak lama berselang, mereka kembali. Rachmat bahkan terlihat membawa sejumlah dokumen. Sekitar pukul 12.15 WIB, proses klarifikasi selesai.

Dari informasi yang dihimpun, kedatangan Rachmat untuk diklarifikasi terkait perkara yang tengah diusut Koprs Adhyaksa Pekanbaru tersebut. Adanya pengusutan itu mulanya, diakui sendiri oleh Rachmat.

“Cuman ini aja sih, penyelidikan gitu,” aku Rachmat saat dikonfirmasi Haluan Riau usai menjalani proses klarifikasi.

Meski begitu, dia mengaku tidak begitu mengetahui secara jelas penyelidikan yang dilakukan pihak kejaksaan itu. “Tapi belum jelas juga ya. Tapi saya belum bisa memberikan keterangan dulu nih,” lanjut dia yang saat itu mengenakan baju batik warna abu-abu lengan pendek.

Sesaat perkataan Rachmat itu langsung dipotong salah seorang rekannya. “Kita belum ada komentar sih, Pak,” potong rekannya yang tidak diketahui namanya itu.

“Iya, belum ada komentar,” sambut Rachmat lagi.

Ada hal menarik sesudah itu. Meski mulanya diakui Rachmat jika kedatangannya terkait proses penyelidikan yang dilakukan Kejari, rekannya itu malah menyampaikan hal yang lain. Bukan klarifikasi, melainkan membahas nota kesepahaman yang akan dilakukan Bank BJB dengan Kejari Pekanbaru.

“Tadi malah (bahas) MoU (penandatanganan kesepakatan,red),” kata sang staf tersebut.

Hal ini pun diiyakan Rachmat. “Iya, MoU dengan Kejari,” sebut Rachmat seraya menegaskan jika kedatangan dirinya bukan dalam rangka penyelidikan. “Belum, belum, belum (ada klarifikasi),” imbuh dia.

Perihal dokumen yang sempat dibawanya tadi, itu pun dibantahnya jika hal itu terkait pengusutan yang dilakukan Kejaksaan. “Cuma silaturahmi aja sih,” tandas Rachmat.

Selain Rachmat, proses klarifikasi juga dilakukan terhadap seorang pihak lainnya. Dia diketahui bernama Robby Arta, mantan Manager Komersial BJB Pekanbaru.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni, tidak menampik jika pihaknya tengah mengusut dugaan penyimpangan di bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan Banten. Salah satunya dengan melakukan klarifikasi terhadap Rachmat Abadi.

“Cuma klarifikasi saja,” singkat mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Saat ditanyakan lebih lanjut mengenai kronologis perkara yang diusut itu, Yuriza belum bersedia memaparkannya. Hal itu karena pihaknya masih melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).

“Itu nanti saja. Kita masih pulbaket,” pungkas Yuriza Antoni.

Dari data yang dirangkum, pengusutan itu dilakukan karena adanya informasi mengenai pengalihan agunan kredit oleh oknum pegawai BJB Pekanbaru.

Agunan itu sejatinya untuk mengcover kredit seorang debitur senilai Rp2 miliar yang dicairkan pada 2014 lalu. Di tengah jalan, agunan itu dialihkan ke pihak lain. Sayangnya, pembayaran angsuran kredit tersebut tidak berjalan mulus.

Saat macet itu lah timbul masalah. Dimana pihak bank tidak bisa mengeksekusi agunan itu karena atas nama orang lain. Diduga, timbul kerugian negara mencapai Rp1 miliar lebih.(dod)

Comments

Berita Terbaru