oleh

Dua Warga Siak Dipidana Akibat Mencoblos Dua Kali

PEKANBARU (HR)-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau mengapresiasi putusan Pengadilan Negeri (PN) Siak atas pelanggaran Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019. Dua orang warga dinyatakan bersalah karena melakukan 2 kali pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS) yang berbeda.

Dua pelaku itu masing-masing berinisial RR dan LN merupakan warga Kelurahan Kandis, Kecamatan Kandis, Siak.

Dikatakan Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan, kedua terdakwa itu dijerat Pasal 516 Undang-undang (UU) Nomor : 7 tahun 2017.

“Dalam aturan tersebut dinyatakan, setiapo yang dengan sengaja pada waktu pemungutan suara memberikan suara lebih dari satu kali di satu TPS/TPSLN atau lebih, akan dipidana penjara paling lama 18 bulan dan denda paling banyak Rp18 juta,” ujar Rusidi Rusdan (29/5).

Diterangkannya, kedua pelaku nekat melakukan aksinya karena mendapatkan formulir C6 pada TPS 10 dan TPS 12 di Kelurahan Kandis sebelum tanggal 17 April 2019. Hal itu kemudian diketahui warga lainnya.

Menanggapi informasi itu, Ahmad Dardiri selaku Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Siak melakukan penelusuran dengan mengundang Ketua KPPS serta Pengawas TPS di dua TPS tersebut. Hal itu untuk mendapatkan keterangan serta bukti-bukti yang lebih kuat.

“Pada pukul 09.00 WIB, 17 April lalu itu, kedua pelaku melakukan pencoblosan surat suara pada TPS 12, dan kemudian pada pukul 10.00 WIB mereka mencoblos di TPS 10 dengan nama yang berbeda dengan membawa formulir C6,” sebut dia.

Sebelas hari pasca pelimpahan berkas, tepatnya pada 20 Mei 2019, penyidik  melimpahkan perkara ke pihak Kejaksaan Negeri (PN), dan dinyatakan lengkap atau  P21. Lalu, berkas perkara dilimpahkan ke pihak pengadilan pada tanggal 24 Mei 2019 untuk dilakukan persidangan.

Tadi pagi, perkara tersebut telah diputuskan. Majelis hakim yang diketuai Rozza El Afrina, menjatuhkan vonis terhadap kedua pelaku dengan pidana kurungan masing-masing 10 hari, dan denda Rp1 juta subsider 3 hari penjara.

“Saya mengapresiasi putusan majelis persidangan yang telah memberikan vonis adil dan bijaksana dalam perkara ini,” tutup Rusidi.(mal/dod)

Comments

Berita Terbaru