oleh

Mewujudkan Zona Integritas Menuju WBK-WBBM, Kejari Diminta Benahi Sistem IT

PEKANBARU (HR)-Meski telah terbilang cukup baik, namun masih ada yang harus dibenahi Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru mewujudkan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi, Bersih, Melayani (WBBM). Salah satunya, penerapan informasi teknologi (IT).

Demikian diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Uung Abdul Syakur kalau menyambangi kantor Kejari Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Selasa (11/6). Kedatangan Kajati itu untuk mengecek kesiapan Kejari Pekanbaru dalam menghadapi penilaian yang akan dilakukan tim dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dengan didampingi Asisten Intelijen Kejati Riau, Sumurung Pandapotan Simaremare, Kajati mengecek setiap ruangan yang ada di kantor Korps Adhyaksa Pekanbaru itu.

Di sana, dia mendapat penjelasan dari empunya tempat, Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru, Suripto Irianto, terkait apa-apa yang telah dilakukan. Tak lupa, Kajati juga memberikan sejumlah masukan agar ada perbaikan guna peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Usia pengecekan, Kajati Riau memberikan keterangan kepada awak media. Dikatakannya, kedatangan orang nomor satu di Korps Adhyaksa Riau itu untuk mengecek kesiapan Kejari mewujudkan zona integritas menuju WBK dan WBBM.

“Kami ingin melihat sudah sejauh mana yang sudah dilakukan (Kejari). Seterusnya ini persiapan, nanti dari tim Pak Wakil Jaksa Agung ke daerah,” ujar Kajati Riau Uung Abdul Syakur.

Kajati menyebut, sejumlah inovasi telah dilakukan Kejari Pekanbaru guna memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Salah satunya dengan menempatkan stand di Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru.

“Untuk pelayanan masyarakat, saya melihat sudah bagus karena gabung dengan Mal Pelayanan Publik Pekanbaru. Itu ada 4 pelayanan yang sudah diterapkan, yaitu e-Tilang, izin bezuk tahanan, pengambilan barang bukti, dan konsultasi hukum gratis,” kata Kajati.

“Dan (diharapkan) supaya dikonekkan juga. Apa yang dikerjakan di sana (MPP Pekanbaru) bisa ditarik ke sini,” sambung dia.

Sementara terkait kondisi dan fasilitas di kantor Kejari Pekanbaru, Kajati memberikan penilaian yang cukup baik. Meski begitu, ada sejumlah catatan yang harus dibenahi, salah satunya terkait penerapan sistem IT agar pelayanan bisa jauh lebih maksimal.

“Kalau lain-lainnya, kalau kantor sudah oke. Mungkin tinggal IT. Sambil jalan lah ini kita minta supaya diperbaiki,” pinta Kajati Uung.

Dalam kesempatan itu Kajati menyampaikan, selain Kejari Pekanbaru, pihaknya juga telah mengusulkan Kejari Kuantan Singingi (Kuansing) untuk juga masuk dalam penilaian zona integritas WBK dan WBBM oleh tim Kejagung. Dalam waktu dekat, kunjungan serupa juga akan dilakukan ke Kuansing.

“Kita ini sebetulnya mewajibkan kepada semua Kejari untuk ikut dalam pelaksanaan zona integritas. Namun demikian yang sudah kita jagokan sementara Kuansing dan Pekanbaru. Saya ada rencana meninjau ke Kuansing” pungkas Kajati Riau Uung Abdul Syakur.

Sementara itu, Kajari Pekanbaru Suripto Irianto mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih atas kunjungan Kajati Riau itu. “Dalam waktu dekat ini akan ada kunjungan dan peninjauan dari tim dari Kejagung. Setelah itu mungkin juga kunjungan dari tim KemenPAN (KemenPAN-RB,red). Sebelum ada kunjungan dari tim Kejagung itu, Pak Kajati mengecek kesiapan kami,” ungkap Kajari.

Kajari juga mencatat sejumlah masukan yang diberikan Kajati Riau. Hal itu, sebutnya, akan segera dibenahi semata-mata untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Pekanbaru. Termasuk soal penerapan IT.

“Untuk peningkatan IT, sudah saya sampaikan juga, kita sedang berkolaborasi dengan Polresta, pengadilan dan lapas (lembaga pemasyarakatan,red). Itu sedang kita susun. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasi,” sebut dia seraya mengatakan, pihaknya optimis akan mampu meraih predikat Kejaksaan yang bebas korupsi,serta bersih dan melayani.

“Kita optimis lah,” pungkas dia yang didampingi Kepala Seksi (Kasi) Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Rully Afandi, dan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Yuriza Antoni.(dod)

Comments

Berita Terbaru