oleh

BBKSDA Riau Lakukan Evakuasi

PEKANBARU (HR)-Pasca terlihatnya tiga ekor gajah yang masuk kawasan perkebunan masyarakat yang dekat dengan pemukiman di Kecamatan Peranap, Inhu, saat ini Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau terus melakukan pengawasan.
Seperti yang disampaikan Kepala Bidwil I KSDA Riau, Andri Hansen Siregar, bahwa pihaknya telah terjun ke lapangan untuk melihat kawasan yang dimasuki kawanan gajah tersebut. “Kita sudah berkoordinasi menanggapi laporan gajah tersebut,” ujarnya, Senin (10/6).
Hansen mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada perkembangan berarti terkait gajah tersebut. Namun ia mengatakan bahwa laporan terhadap penghalauan gajah ini akan segera disampaikan begitu usai dilakukan.
Berdasarkan informasi, ada tiga ekor gajah yang masuk ke areal perkebunan warga sejak 5 Juni 2019 lalu. Keberadaan kawanan gajah tersebut membuat masyarakat cemas karena dekat dengan kawasan pemukiman.
Humas Polres Inhu, Aipda Misran, mengatakan bahwa tiga ekor gajah tersebut diketahui sudah melintasi sejumlah wilayah di Peranap.
Wilayah tersebut antara lain Desa Baturijal Barat, Desa Baturijal Hulu, Kelurahan Baturijal Hilir, hingga ke Kelurahan Peranap, Kecamatan Peranap.
“Gajah-gajah liar ini memakan tanaman kelapa sawit, karet dan tanaman pisang milik masyarakat,” ungkapnya.
Kerusakan lawan akibat keberadaan gajah liar ini belum dapat diprediksi. Akan tetapi untuk mencegah rusaknya kawasan, masyarakat juga ikut siaga dalam penghalauan gajah-gajah tersebut.(r24/nie)

Comments

Berita Terbaru