oleh

Ditanya Soal Pemecatan Dirinya, Mantan Analis Kredit BJB Pekanbaru Bungkam

PEKANBARU (HR)-Indra Oesmar Gunawan Hutahuruk akhirnya menjalani proses klarifikasi di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Kamis (13/6). Mantan Analis Kredit di Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Pekanbaru itu diperiksa lebih dari 5 jam.

Sejatinya Indra dimintai keterangan pada pukul 10.00 WIB. Namun karena satu dan lain hal, Indra yang diketahui juga pernah menduduki jabatan sebagai manajer di bank tersebut, baru bisa diklarifikasi pada pukul 14.00 WIB.

Proses pemeriksaan itu dilakukan oleh Jaksa pada bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, dan berakhir sekitar pukul 19.30 WIB.

Usai diklarifikasi, Indra yang saat itu mengenakan baju kaos warna biru lengan panjang, terlihat terburu-buru meninggal kantor Koprs Adhyaksa Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

Saat itu haluanriau.co mencoba mewawancarainya. Sayangnya, Indra memilih bungkam. Tidak ada keterangan yang bisa digali dari pria berambut ikal dan berkacamata itu, termasuk materi pemeriksaan.

No comment,” singkat dia berusaha menutupi wajahnya dari sorotan kamera awak media yang telah menantinya sejak pagi.

Saat ditanya, apakah dirinya ada menyerahkan dokumen ke Jaksa, jawaban yang sama kembali keluar dari mulutnya. “Saya no comment lah,” kata dia.

BACA : Giliran Mantan Analis Kredit BJB Pekanbaru Diklarifikasi Jaksa

Indra diklarifikasi terkait adanya informasi mengenai pengalihan agunan kredit oleh oknum pegawai BJB Pekanbaru. Imbas dari persoalan itu, Indra diduga dipecat oleh pihak bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat-Banten itu. Dikonfirmasi hal tersebut, Indra lagi-lagi bungkam.

Malah seorang rekannya mencoba menghalangi awak media. “Gak, Bang. Gak usah, thank you ya,” kata rekannya bertubuh gempal itu.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni, tidak menampik proses klarifikasi terhadap Indra Oesmar. Namun dia belum bisa memberikan penjelasan lebih detail, mengingat perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Kita masih pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan, red),” singkat mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Pada Kamis ini juga semestinya dilakukan klarifikasi terhadap mantan Kepala Cabang (Kacab) BJB Pekanbaru tahun 2014. Namun yang bersangkutan berhalangan hadir dikarenakan sakit.

Sebelumnya, proses klarifikasi telah dilakukan terhadap Kepala Cabang (Kacab) BJB Pekanbaru, Rachmat Abadi, dan mantan Manager Komersial, Robby Arta. Keduanya diklarifikasi pada Rabu (22/5) kemarin.

Dari data yang dirangkum, pengusutan itu dilakukan karena adanya informasi mengenai pengalihan agunan kredit oleh oknum pegawai BJB Pekanbaru.

Agunan itu sejatinya untuk mengcover kredit seorang debitur senilai Rp2 miliar yang dicairkan pada 2014 lalu. Di tengah jalan, agunan itu dialihkan ke pihak lain. Sayangnya, pembayaran angsuran kredit tersebut tidak berjalan mulus.

Saat macet itu lah timbul masalah. Dimana pihak bank tidak bisa mengeksekusi agunan itu karena sudah atas nama orang lain. Diduga, timbul kerugian negara mencapai Rp1 miliar lebih.(dod)

Comments

Berita Terbaru