oleh

Pemprov Lepas 41 Petugas Kesehatan Haji, Sekda: Melayani Tugas Utama

PEKANBARU (HR)- Pemerintah Provinsi Riau melepas sebanyak 41 Tenaga Kesehatan Haji Indoensia (TKHI), Tenaga Kesehatan Haji Daerah (TKHD) dan Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), yang akan bertugas memberikan pelayanan kesehatan dan membantu kelancaran Ibadah Haji di Makkah dan Madinah, bagi calon jamaah haji (CJH) asal Riau.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi, bersama Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mini Yuliana Nazir, langsung melepas petugas kesehatan di halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Rabu (12/6). Kepala Diskes Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, petugas kesehatan yang ditugaskan untuk melayani jamaah haji asal Riau tahun ini, jumlahnya mencapai 41 orang. Yang mana, mereka terdiri dari TKHI 35 orang yang berasal dari hasil seleksi kementrian Kesehatan.

Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi memberikan ucapan selamat kepada seluruh petugas kesehatan Riau. Ia berharap seluruh perugas bisa menjalani tugas melayani seluruh jamaah.

“Selamat bertugas bagi para petugas yang akan berangkat mendampingi jamaah. Tentu saja selamat bertugas dengan penuh tanggung jawab untuk menjaga kesehatan para jemaah selama di tanah suci nanti,” kata Sekda.

Pada kesempatan tersebut Sekda kembali mengingatkan kepada seluruh jamaah untuk menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan. Petugas harus bisa melaksanakan tugas dengan baik, melaksanakan amanah dengan baik dan menjadi komitmen bersama. “Jangan lupa melayani tugas utama apa, tugas utama melayani jamaah. Sementara ibadah sunnah rangkaian haji dinomor dua kan. Kecuali rukun haji baru laksankan, diluar itu yang utama layani jamaah,” pesan Sekda.

Untuk TKHD kabupaten dan kota, masing-masing daerah mengirimkan dua orang tenaga kesehatan dokter dan perawat. Untuk petugas TPIH dua orang, dengan jumlah total 41 petugas kesehatan.

“Tim tenaga kesehatan ini yang akan dikirim akan mengawasi CJH melalui kegiatan pelayanan, pembinaan dan perlindungan kesehatan. Jumlah CJH Riau yang masuk dalam kategori jamaah resiko tinggi tahun ini mencapai 76,9 persen. Jemaah resiko tinggi itu maksudnya secara umum mereka berada pada usia di atas 60 tahun dan atau yang punya penyakit,” ujar Mimi.

Dijelaskan Mimi, seluruh petugas kesehatan ini akan bertugas sejak mulai CJH asa Riau mulai masuk asrama haji. Dimana mulai pada tahun ini seluruh CJH Riau diinapkan di emabrakasi hahi antara Riau. Sesuai dengan kloter masing-masing tenaga kesehatan diberikan tanggungjawab memberikan pelayanan kepada jamaah. “Mulai tahun ini pelaksanaan kesehatan di embarkasi dilakukan tim Riau, mulai dari masuknya jamaah ke asrama. Selama ini di embarkasi Batam, kita juga bekerjasama dengan KKP di Pekanabru dan tenaga kesehatan di Pekanbaru,” jelas Mimi.

“Kita segera akan menjalani simulasi secara keseluruhan untuk melayani kesehatan jamaah, mulai dari sumberdaya manusianya, termasuk perlatannya. Dan rumah sakit rujukan kita, ada dua RSUD Arifin Ahmad dan RS Awal Bros,” tambah Mimi.

Lebih jauh dikatakan Mini, sesuai dengan keluarnya SK Kementerian Agama Nomor: 167 Tahun 2019 tentang penetapan Bandara Embarkasi Haji Antara Tahun 1440 H/2019 M, bahwa Bandara Sultan Syarif Kasim II menjadi Embarkasi Haji Antara untuk jamaah haji Provinsi Riau, sehingga Pemerintah Provinsi Riau bertanggung jawab terhadap pelayanan pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji Provinsi Riau dari Bandara Embarkasi Haji Antara Riau ke Bandara Embarkasi dan Debarkasi Haji Batam, selanjutnya jamaah haji di terbangkan ke Madinah untuk gelombangan I dan Jedah untuk gelombang II.

“Pemeriksaan biometrik dan vaksinasi Meningitis dan Meningokokus sebagai salah satu syarat pengurusan visa jemaah haji dan petugas haji sudah diselesaikan. Termasuk berita acara Istithaah, masih menjadi syarat pelunasan BPIH kecuali bagi jemaah haji kuota tambahan, melakukan pelunasan terlebih dahulu baru melakukan pemeriksaan kesehatan,” ungkapnya. (nur/adv)

Comments

Berita Terbaru