oleh

Jaksa Periksa Mantan Pimpinan dan Pegawai PT PER terkait Kredit Macet Tahun 2013-2015

PEKANBARU (HR)-Sejumlah mantan pegawai PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Jumat (14/6). Pemeriksaan itu terkait dugaan kredit macet di perusahaan pelat merah itu.

“Ada beberapa orang saksi yang kita
periksa. Mantan direktur utama, direktur, manejer kredit dan komite kredit,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pekanbaru, Budiman, didampingi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Yuriza Antoni, Jumat petang.

Para saksi itu, sebut Budiman, diyakini mengetahui persoalan yang terjadi dalam rentang waktu 2013-2015 itu. Terkait peran masing-masing saksi, itu masih didalami.

“Masih kita dalami, ada terlibat atau tidak masih didalami karena belum memeriksa semua saksi,” sebut mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kutai Kartanegara itu.

Pantauan di lapangan, proses pemeriksaan dilakukan secara terpisah di bagian Pidsus Kejari Pekanbaru. Pemeriksaan itu dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga sore hari.

Kredit macet ini dilaporkan oleh manajemen PT PER ke Kejari Pekanbaru. Kredit yang diusut adalah penyaluran kredit bakulan atau kredit kepada UMKM pada Kantor Cabang Utama PT PER.

“Diduga terjadi penyimpangan atas penerima angsuran pokok dan bunga pada tujuh atas nama tiga mitra usaha terkait perjanjian kredit sebesar Rp1.298.082.000,” beber Budiman.

Dia merincikan, terdapat penyimpangan atas pencatatan laporan nominatif kredit 31 Desember 2014 hingga 31 Desember 2017. Terdapat penyimpangan pemberian tiga fasilitas kredit baru kepada dua mitra usaha yang dilakukan ketika angsuran atas fasilitas kredit sebelumnya belum lunas atau kredit macet.

“Terdapat penggunaan fasilitas kredit yang diterima dua mitra usaha yang tidak disalurkan ke anggota mitra usaha. Kredit itu digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum PT PER atau digunakan untuk membayar angsuran fasilitas kredit sebelumnya,” sebut dia.

Perkara ini ditingkatkan ke penyidikan pada pada 31 Mei 2019 dengan diterbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang ditangani Kepala Kejari Pekanbaru. Pada tahap penyelidikan, penyelidik sudah memeriksa 7 orang dari PT PER dan pihak swasta.

Dalam perkara ini, Budiman menegaskan Kejari Pekanbaru tidak akan tebang pilih. “Siapa pun yang bersalah akan kita tindaklanjuti. Target kita perkara ini secepatnya bisa selesai,” tegas Budiman.(dod)

Comments

Berita Terbaru