oleh

Polda Musnahkan Narkotika senilai Puluhan Miliar Rupiah

PEKANBARU (HR)-Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengamankan 3 orang pelaku yang diduga terlibat peredaran gelap narkotika. Dari tangan mereka, turut disita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 26,7 kilogram, dan 12.513 butir pil ekstasi. Kini, barang haram bernilai puluhan miliar itu telah dimusnahkan.

Dikatakan Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Suhirman, pengungkapan itu dilakukan pihaknya dalam rentang waktu satu pekan, sejak 16 hingga 22 Mei 2019 lalu. Adapun lokasi pengungkapan pertama dilakukan di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.

“Kita menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya orang membawa narkotika jenis sabu dan pil ekstasi di daerah Sei Pakning, Bengkalis. Lalu, ditindaklanjuti dengan bergerak menuju ke lokasi untuk melakukan penyelidikan,” ujar Suhirman kepada Haluan Riau, Selasa (18/6).

Dari proses penyelidikan diketahui, barang haram itu dibawa dua orang laki-laki menggunakan sepeda motor. Kemudian petugas melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan laju kendaraan roda dua tersebut.

Dalam proses penangkapan, satu tersangka berinisial MZ alias Zuan (25) berhasil kabur. Warga Kecamatan Rupat itu, melarikan diri dengan masuk ke dalam hutan. “Sedangkan, tersangka lainnya berinisial KAN (28) warga Desa Tandihat, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) diamankan tanpa perlawanan,” lanjut Suhirman.

Selain itu, petugas juga menyita tas ransel polo dan tas jinjing. Dalam kedua tas ditemukan 12 bungkus bungkus teh hijau bertuliskan huruf Cina berisikan sabu-sabu. Lalu, dua bungkus berisikan 2.000 butir pil ekstasi warna biru persegi, Tiga bungkus pil ekstasi warna biru berlogo mata uang euro sebanyak 3.500 butir.

Kemudian, dua bungkus pil ekstasi berlogo Rolex sebanyak 2.800 butir, tiga bungkus pil ekstas berlogo A sebanyak 3.500 butir dan dua bungkus pil ekstasi logo tulang Ikan sebanyak 1.000 butir. Barang bukti lainnya yakni, satu unit sepeda motor dan dua unit handphone.

“Narkotika yang diamankan sabu seberat 11,78 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 12.513 butir,” sebutnya.

Terhadap MZ alias Zuan, akhirnya kembali ditangkap oleh anggota Polsek Siak Kecil, Jumat (17/5) siang. Setelah menerima informasi dari masyarakat yang melihat ada seseorang dengan gerak gerik mencurigakan ketika tengah berada di sebuah warung yang terdapat di Jalan Jenderal Sudirman.

“Mereka berdua ini merupakan kurir, sudah dua kali membawa barang (sabu dan ekstasi, red). Yang pertama mereka berhasil serta diberikan upah masing Rp30 juta dan Rp20 juta,” terang dia.

Lalu untuk pengungkapan kedua, dilakukan di Jalan Arifin Ahmad lintas Dumai-Sei Pakning, Kecamatan Medang Kampai, Dumai. Dalam penangkapan itu, petugas sempat kejar-kejaran dengan pelaku berjumlah tiga orang yang mengendarai dua sepeda motor. Namun, dua pelaku lainnya gagal ditangkap.

“Jadi, satu pengendara yang berboncengan berada di depan, mereka bertugas mengawasi. Sedangkan satu pengendara lagi berada di belakang yang membawa sabu-sabu,” tutur Suhirman.

Adapun tersangka yang berhasil diamankan berinisial AF, setelah diberikan tindakan tegas dan terukur yang mengenai paha sebelah kanan dan kaki kiri bagian bawah. Dari tangan pria berusia 19 tahun itu, petugas menyita 15 bungkus sabu dalam kemasan warna kuning bergambar kaisar china dan 5 bintang di dua tas ransel.

“Berat total sabu-sabu itu 15 kilogram. Untuk dua tersangka yang DPO berinisial A dan P,” kata perwira menengah Polri dengan tiga bunga melati di pundaknya itu.

Menurut pengakuan tersangka, barang haram itu akan dibawa ke Pekanbaru untuk diedarkan dan sebagian dikirim ke provinsi lain. “Sebagian sabu direncanakan diedarkan di Sumatera Barat,” sebut dia.

Untuk menghindari adanya penyalahgunaan, barang bukti itu selanjutnya dimusnahkan. Pelaksanaannya diawali dengan pengecekan keaslian sabu dan ekstasi oleh petugas Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru. Hasilnya kedua jenis narkotika tersebut positif mengandung zat metafetamin.

Selanjutnya, narkotika itu dimusnahkan dengan dua cara. Pertama untuk sabu-sabu, dimusnahkan dengan dicampur dilarutkan ke dalam air berisi larutan pembersihan lantai. Sedangkan belasan ribuan butir pil ekstasi diblender hingga hancur, lalu dimasukan kedalam ember yang sudah tercampur dengan larutan pembersih lantai. Setelah dinyakini tercampur dengan rata, dan buang ke saluran air.

“Perkiraan kita barang haram itu jika dirupiahkan mencapai Rp30 miliar,” pungkas Kombes Pol Suhirman.(Dod)

Comments

Berita Terbaru