oleh

Masih Sakit, Mantan Pimcab BJB Pekanbaru Kembali Batal Diklarifikasi Jaksa

PEKANBARU (HR)-Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru kembali urung meminta keterangan terhadap Dani Sutarman, Rabu (19/6). Mantan Pimpinan Cabang (Pimcab) Bank Jabar Banten (BJB) Pekanbaru kembali tidak hadir. Alasannya sama, yaitu sakit.

“Benar, batal lagi. Ini yang kedua kalinya yang bersangkutan (mantan Pimcab BJB Pekanbaru,red) tidak dapat hadir untuk diklarifikasi,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni, Rabu siang.

Menurut Yuriza, batalnya proses klarifikasi itu dikarenakan yang bersangkutan dalam kondisi sakit. Oleh karena itu, pihaknya kembali menjadwalkan ulang proses klarifikasi terhadap Dani Sutarman.

“Tadi (kemarin,red) yang memberitahu (Dani Sutarman sakit) adalah Divisi Hukum Bank BJB. Jadi kita jadwalkan ulang lagi,” imbuh mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Sebelumnya, Dani juga pernah diundang untuk diklarifikasi pada Kamis (13/6) kemarin. Saat itu, dia juga beralasan sakit.

Dari informasi yang dihimpun, Dani Sutarman adalah Pimcab BJB Pekanbaru tahun 2014. Dia diklarifikasi terkait dugaan pengalihan agunan kredit yang saat ini tengah diusut Koprs Adhyaksa Pekanbaru itu.

Kembali ke proses klarifikasi pada Kamis pekan kemarin. Proses permintaan keterangan saat itu hanya dilakukan terhadap Indra Usman Hutahuruk. Dia merupakan mantan pejabat analisis kredit di Bank BJB Pekanbaru.

Indra semestinya dimintai keterangan pada pukul 10.00 WIB. Namun karena satu dan lain hal, Indra yang diketahui juga pernah menduduki jabatan sebagai manajer di bank tersebut, baru bisa diklarifikasi pada pukul 14.00 WIB.

Proses pemeriksaan itu dilakukan oleh Jaksa pada bagian Pidsus Kejari Pekanbaru, dan berakhir sekitar pukul 19.30 WIB.

Usai diklarifikasi, Indra yang saat itu mengenakan baju kaos warna biru lengan panjang, terlihat terburu-buru meninggal kantor Koprs Adhyaksa Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

Saat itu Haluan Riau mencoba mewawancarainya. Sayangnya, Indra memilih bungkam. Tidak ada keterangan yang bisa digali dari pria berambut ikal dan berkacamata itu, termasuk materi pemeriksaan.

“No comment,” singkat dia berusaha menutupi wajahnya dari sorotan kamera awak media yang telah menantinya sejak pagi.

Saat ditanya, apakah dirinya ada menyerahkan dokumen ke Jaksa, jawaban yang sama kembali keluar dari mulutnya. “Saya no comment lah,” kata dia.

Indra diklarifikasi terkait adanya informasi mengenai pengalihan agunan kredit oleh oknum pegawai Bank BJB Pekanbaru. Imbas dari persoalan itu, Indra diduga dipecat oleh pihak bank milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat-Banten itu. Dikonfirmasi hal tersebut, Indra lagi-lagi bungkam.

Malah seorang rekannya mencoba menghalangi awak media. “Gak, Bang. Gak usah, thank you ya,” kata rekannya bertubuh gempal itu.

Sebelumnya, proses klarifikasi telah dilakukan terhadap Pimcab Bank BJB Pekanbaru saat ini, Rachmat Abadi, dan mantan Manager Komersial, Robby Arta. Keduanya diklarifikasi pada Rabu (22/5) kemarin.

Dari data yang dirangkum, pengusutan itu dilakukan karena adanya informasi mengenai pengalihan agunan kredit oleh oknum pegawai BJB Pekanbaru.

Agunan itu sejatinya untuk mengcover kredit seorang debitur senilai Rp2 miliar yang dicairkan pada 2014 lalu. Di tengah jalan, agunan itu dialihkan ke pihak lain. Sayangnya, pembayaran angsuran kredit tersebut tidak berjalan mulus.

Saat macet itu lah timbul masalah. Dimana pihak bank tidak bisa mengeksekusi agunan itu karena sudah atas nama orang lain. Diduga, timbul kerugian negara mencapai Rp1 miliar lebih.(dod)

Comments

Berita Terbaru