oleh

Wabup Meranti Harapkan Perhatian Pusat Membangun Pulau Terluar di Meranti

HIM LIPUTAN MERANTI

SELATPANJANG (HR)-Wakil Bupati Kepulauan Meranti Said Hasyim dan jajaran menggelar
pertemuan dengan Asisten Deputi Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan
Menkopolhukam RI Brigjend. TNI Yasid Sulistya dan rombongan, dalam kegiatan yang memang
dinanti oleh Pemkab Meranti untuk menyampaikan berbagai persoalan daerah ke level Nasional itu,
Wabup berharap ada Kebijakan Pusat Untuk Membangun Pulau Terluar di Meranti, bertempat di
Ballroom Hotel Grand Meranti, Selasa (18/6).

Turut hadir dalam Rakor tersebut Asisten I Sekdaprov Riau Ahmadsyah Harofie, Sekretaris Daerah
Kepulauan Meranti Yulian Norwis, Kajari Meranti Budi Rahardjo, anggota Tim Kemenko Polhukam RI Kolonel TNI Sugeng, Pabung Kodim Bengkalis Mayor TNI P Girsang, Danramil Selatpanjang Mayor TNI Irwan, Kepala BPN Meranti Budi, Kepala Imigrasi Meranti, Perwakilan Polresw Meranti, Jajaran Pejabat Eselon II dan III Dilingkungan Pemkab Meranti, para camat se-Kabupaten Meranti, Perwakilan Kabupaten/Kota Wilayah Perbatasan di Riau dan lainnya.

Dalam kegiatan rapat intern yang difokuskan pada pengelolaan Pulau Kecil Terluar di Wilayah
Kepulauan Meranti ini, Wakil Bupati mengaku, sangat menanti-nantikan pertemuan tersebut dalam rangka mengekspos secara Nasional terkait berbagai masalah yang dihadapi Meranti, khususnya di Pulau Terluar dan Termiskin di Provinsi Riau itu.

Secara singkat di hadapan Asdep Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang Pertahanan
Menkopolhukam RI Brigjend TNI Yasid Sulistya, Wakil Bupati menjelaskan kondisi Geografis Meranti
yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka salah satu pusat lalu lintas laut tersibuk di dunia
yang dilewati sedikitnya 500 kapal/hari.

Meranti memiliki potensi perkebunan yang besar mulai dari sagu, kelapa, kopi, karet dan lainnya. Dahulunya di tahun 60-an Meranti merupakan daerah perdagangan yang sangat maju dengan masyarakat yang hidup sejahtera. Namun di tengah posisi geografis Meranti yang strategis dengan segala potensi yang dimilki Meranti saat ini justru menjadi salah satu daerah termiskin di Provinsi Riau, termiskin dan terisolir yang salah satunya masalah masih kurangnya perhatian pusat baik dalam segi dukungan pembangunan
Infrastruktur hingga kebijakan pusat terkait perdagangan lintas batas.

“Kami melihat Papua, Kalimantan sangat mendapat perhatian dari Pusat tapi untuk Riau belum ada
kebijakan besar dari Pemerintah Pusat. Semoga ke depan ada kebijakan Pemerintah yang signifikan
untuk membagun pulau-pulau terluar di Riau terutama di Kabupaten Kep. Meranti,” jelasnya.

Seperti diketahui, Meranti berada didaerah perbatasan, terluar dan lokasi strategis nasional jika
mengacu hal tersebut sesuai dengan komitmen dari Presiden RI Joko Widodo yang fokus
membangun Indonesia yang dimulai dari Pulau Terluar sebagai berada terdepan Indonesia harusnya
Meranti mendapat perhatian lebih.

Salah satu yang menjadi usulan dari Pemkab Meranti seperti disampaikan oleh Wakil Bupati Said
Hasyim dan Ketua Bappeda Meranti Makmun Murod adalah pembangunan Infrastruktur
(Jalan, Jembatan, Pelabuhan RoRo, Kantor Polsek dan Pos pengamanan) yang membutuhkan dana
besar,  pemberdayaan potensi perkebunan sagu, karet, kelapa, kopi dan penanggulangan abrasi
yang sudah sangat menghawatirkan di mana per tahun sepanjang 12 KM Wilayah Indonesia hilang
menjadi laut.

Masalah yang dihadapi di daerah Pulau Pulau terluar Meranti juga mendapat tangapan dari Asisten I
Sekdaprov Riau Ahmadsyah Harofie yang turut mendorong Pemerintah Pusat untuk menuntaskan
berbagai masalah yang dihadapi Meranti khususnya di Pulau Terluar. Seperti, pembangunan
infrastruktur, abrasi dan pemberdayaan potensi SDA.

“Kami harap Pemerintah Pusat dapat memberikan perhatian sesuai dengan keinginan Gubernur
yang sangat serius untuk menuntaskan berbagai masalah diwilayah perbatasan di Riau,” ujar
Ahmadsyah.

Setelah mendegar berbagai masukan dari Wakil Bupati dan pemaparan dari Kepala Bappeda Meranti
terkait penanggulangan Abrasi. Asisten Deputi Koordinasi Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang
Pertahanan Menkopolhukam RI Brigjend TNI Yasid Sulistya mengaku tugas Kemenko Polhukam
salah satunya, adalah pengelolaan Pulau Pulau Kecil dan Terluar Indonedia baik dari segi menjaga
Kedaulatan, Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Menjaga Lingkungan Hidup.

Untuk itu, Yasid Sulistya akan meminta timnya untuk melakukan pendataan terkait apa saja masalah
yang dihadapi dan dibutuhkan daerah perbatasan termasuk Meranti untuk dicarikan solusinya.

“Ya kita siap menampung masukan jadi jangan segan-segan menyampaikannya ke kami,” ucapnya.***

Comments

Berita Terbaru