oleh

Wan Syamsir Yus Kembali Berurusan dengan Penegak Hukum

PEKANBARU (HR)-Mantan Wali Kota Dumai, Wan Syamsir Yus, kembali berurusan dengan pihak penegak hukum. Kali ini dia dipanggil pihak Kejaksan Tinggi (Kejati) Riau untuk diklarifikasi terkait dugaan korupsi bantuan dana hibah penelitian di Universitas Islam Riau (UIR) tahun 2011-2012.

Perkara itu diketahui masih dalam tahap penyelidikan. Dimana saat itu, Wan Syamsir Yus menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau.

Proses klarifikasi itu dilakukan oleh penyelidik pada bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, Kamis (20/6). Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan tidak menampiknya.

BACA : Kejati Kembali Selidiki Dugaan Korupsi Dana Hibah di UIR

“Iya. Itu tadi (proses klarifikasi terhadap Wan Syamsir Yus),” ujar Muspidauan kepada Haluan Riau di ruangannya, Kamis siang.

Selain Wan Syamsir Yus, proses klarifikasi juga dilakukan terhadap dua orang lainnya. Yaitu Taufik. Saat perkara itu, dia menjabat selaku Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) di Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Riau, dan mantan Pembantu Rektor (PR) IV UIR, Abdullah Sulaiman.

Emrizal, terpidana empat tahun dalam perkara tersebut juga dimintai keterangan. Saat itu dia adalah dosen di perguruan tinggi swasta tersebut, sekaligus sebagai Bendahara Penelitian.

“Ada tiga orang lagi yang diklarifikasi, termasuk seorang terpidana dalam perkara tersebut (Emrizal, red),” sebut mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru itu.

Diketahui, penyelidikan perkara itu merupakan lanjutan dari perkara yang pernah disidik Kejati Riau pada tahun 2016 lalu. Selain Emrizal, perkara tersebut juga menjerat seorang mantan Dosen UIR lainnya, Said Fhazli, Sekretaris Panitia yang juga menjabat Direktur CV Global Energy Enterprise (GEE). Dia juga dihukum 4 tahun penjara.

Dalam proses penyelidikan lanjutan ini, sebanyak 12 orang telah diundang. Sementara yang memenuhi panggilan penyelidik diketahui ada 6 orang, termasuk empat orang yang disebutkan di atas. Sementara dua orang lainnya, yaitu mantan Rektor UIR Detry Karya, dan Said Fhazli.

“Ini masih pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan,red),” pungkas Muspidauan.(dod)n

Comments

Berita Terbaru