oleh

Penyidikan Dugaan Kredit Macet di PT PER, Kejari Periksa 6 Pedagang dan Pihak SPI

PEKANBARU (HR)-Penyidikan dugaan kredit macet di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER) berlanjut. Sebanyak 7 orang menjalani pemeriksaan sebagai saksi. 6 orang di antaranya berasal dari pedagang atau pelaku usaha yang diduga menerima fasilitas kredit dari perusahaan pelat merah itu.

“Untuk saksi hari ini, ada 6 orang pedagang dan 1 dari SPI (Satuan Pengawas Internal,red) mereka (PT PER,red),” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni, Jumat (21/6).

Sebelumnya diketahui ada 4 orang pedagang lainnya yang juga menjalani proses yang sama. Selain itu, sejumlah mantan pegawai di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau itu juga telah diperiksa. Di antaranya, mantan direktur utama, direktur, manejer kredit dan komite kredit.

Hal ini dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti dalam proses penyidikan perkara ini. “Masih penyidikan, dan belum ada penetapan tersangka,” pungkas mantan Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) itu.

Kredit macet ini dilaporkan oleh manajemen PT PER ke Kejari Pekanbaru. Kredit yang diusut adalah penyaluran kredit bakulan atau kredit kepada UMKM pada Kantor Cabang Utama PT PER.

Diduga terjadi penyimpangan atas penerimaan angsuran pokok dan bunga pada tujuh perjanjian kredit atas nama tiga mitra usaha terkait perjanjian kredit sebesar Rp1.298.082.000, atas pencatatan laporan nominatif kredit 31 Desember 2014 hingga 31 Desember 2017.

Penyimpangan pemberian tiga fasilitas kredit baru kepada dua mitra usaha yang dilakukan itu ketika angsuran atas fasilitas kredit sebelumnya belum lunas atau kredit macet.

Dimana, penggunaan fasilitas kredit yang diterima dua mitra usaha itu tidak disalurkan ke anggota mitra usaha. Kredit itu digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum PT PER atau digunakan untuk membayar angsuran fasilitas kredit sebelumnya.

Perkara ini ditingkatkan ke penyidikan pada pada 31 Mei 2019 dengan diterbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang ditangani Kepala Kejari Pekanbaru. Pada tahap penyelidikan, penyelidik sudah memeriksa 7 orang dari PT PER dan pihak swasta.(dod)

Comments

Berita Terbaru