oleh

Hina Gubernur, Suporter PSPS Riau Terancam Disanksi Adat

PEKANBARU (HR)-Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menyayangkan ulah pendukung PSPS Riau yang didominasi oleh kelompok Curva Nord, saat kericuhan di sela-sela pertandingan melawan PSMS Medan, Sabtu (22/6) kemarin.

Tak ayal, kelompok suporter yang berjuluk Semut Hitam itu terancam menerima sanksi adat.

Pada pertandingan itu, ratusan suporter mengeluarkan perkataan yang tidak sepantasnya berupa yel yel dan nyanyian, yang ditujukan kepada Gubernur Riau, Syamsuar. Yel yel itu kemudian terekam dalam dokumentasi video, dan tersebar luas di tengah-tengah masyarakat.

Dalam video itu terlihat, ratusan anggota Curva Nord berkumpul di lapangan mengarah ke tribun VIP. Dikomandani seseorang, mereka mengeluarkan yel-yel dan nyanyian, yang menyamakan Gubri dengan seekor hewan.

Menurut LAMR, perkataan tersebut, sangatlah kasar dan tidak patut diarahkan kepada siapapun, apalagi ditujukan kepada Gubri yang belum tentu terkait langsung dengan persoalan yang meresahkan kelompok pendukung.

“LAMR sangat menyesalkan kejadian tersebut,” kata Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri Al Azhar, Senin (24/6).

Dikatakan Datuk Seri Azhar, di negeri Melayu ini kesantunan harus dijunjung tinggi, dan itu terkait dengan marwah, martabat, dan harga diri.

“Apapun situasinya, ketidaksantunan baik dalam bentuk kata maupun perbuatan adalah pencederaan marwah, dan sangat berpotensi menimbulkan reaksi serta masalah-masalah lain yang sama-sama tidak kita harapkan,” lanjut Datuk Seri Azhar.

Apalagi petang tadi, sebut dia, reaksi itu sudah muncul. Dimana LAMR menerima perwakilan dari kelompok masyarakat bernama Aliansi Penjaga Marwah Riau (APMR). Mereka, sebutnya, menyerahkan surat meminta agar LAMR memproses kasus ketidakpatutan dan penghinaan terhadap Gubri itu berdasarkan adat.

“Kami menduga akan ada pula kelompok-kelompok lain yang juga bereaksi,” imbuh dia.

“Terhadap kejadian itu, beserta reaksi yang timbul, LAMR akan segera bermusyawarah untuk menyepakati sikap selanjutnya,” sambungnya menegaskan.

Untuk diketahui, pertandingan kandang perdana PSPS Riau itu harus dihentikan pada menit ke-75. Sukma selaku wasit yang memimpin pertandingan itu terpaksa menghentikan jalannya pertandingan setelah melihat aksi pelemparan petasan ke lapangan, tepatnya di gawang penjaga PSMS Medan.

Namun kerusuhan semakin menjadi saat suporter membakar kertas di tribun utara sampai masuk ke lapangan. Api yang membesar coba dipadamkan oleh mobil pemadam kebakaran yang disiagakan. Namun usaha pemadaman dihalang-halangi oleh suporter yang melempari mobil pemadam. Selain itu, seorang anggota Polri juga terluka akibat terkena lemparan batu dari suporter.

Dari informasi yang dihimpun, aksi yang dilakukan Curva Nord itu bentuk kekecewaan mereka terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang terkesan tidak memperdulikan klub yang berjuluk Asykar Bertuah itu.

Menurut mereka, Pemprov Riau tak mau mendatang sponsor dari perusahaan yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning untuk membantu PSPS Riau mengarungi pertandingan di Liga 2 itu.

Sebagai bentuk kekecewaannya, ribuan pendukung fanatik PSPS Riau itu pun menggelar aksi di Kantor Gubernur Riau pada Senin siang tadi. Mereka kemudian diterima oleh Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution.(dod)

Comments

Berita Terbaru