oleh

Dieksekusi, Mantan Bupati Pelalawan Dijebloskan ke Lapas Pekanbaru

PEKANBARU (HR)-Mantan Bupati Pelalawan, Tengku Azmun Jaafar akhirnya dieksekusi dan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Selasa (26/6). Dia merupakan terpidana kasus korupsi pembebasan lahan perkantoran Bhakti Praja yang merugikan keuangan negara sebesar Rp38 miliar.

Dalam perkara itu, dia dinyatakan bersalah dan dihukum selama 20 bulan penjara, dan diwajibkan membayar denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Vonis tersebut dijatuhkan majelis hakim Mahkamah Agung (MA), setelah sebelumnya pada lembaga peradilan tingkat pertama, dia divonis bebas.

Setelah memastikan perkara memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah, selanjutnya proses eksekusi harus dilakukan.

Pelaksanaan eksekusi terhadap mantan orang nomor satu di Negeri Seiya Sekata itu sebelumnya sempat tertunda. Hal tersebut dikarenakan ada kesalahan dalam petikan putusan kasasi MA. Kesalahan pada halaman satu terkait tanggal penahanan Tengku Azmun Jaafar.

Dalam petikan putusan kasasi MA, tertulis Tengku Azmun Jaafar telah menjalani masa tahanan dari tanggal 18 Desember 2015 sampai 18 Februari 2016. Padahal, dari tanggal 8 Desember 2015 sampai 7 Juni 2016. Atas hal itu, MA merevisi putusan kasasinya.

Setelah menerima revisi putusan itu, pihak Kejaksaan kemudian mengirimkan surat pemanggilan kepada Tengku Azmun Jaafar. Namun yang bersangkutan tidak hadir karena dalam dalam kondisi sakit. Hal itu dibuktikan dengan keterangan sakit dari dokter.

Selanjutnya, pihak Kejaksaan melayangkan surat pemanggilan kedua, yang dikirimkan beberapa hari yang lalu. Dalam surat tersebut, Tengku Azmun Jaafar yang dikabarkan telah sehat itu, diminta hadir pada Selasa ini.

Atas surat pemanggilan kedua itu, Azmun Jaafar masih tidak mengindahkannya. Dengan begitu, upaya penjemputan paksa pun harus dilakukan.

“Terpidana (Tengku Azmun Jaafar,red) dijemput di Pekanbaru. Jumpanya di Pekanbaru dengan PH-nya,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pelalawan, Praden K Simanjuntak, saat dikonfirmasi Haluan Riau, Selasa petang.

Setelah melalui rangkaian proses melengkapi administrasi eksekusi, Tengku Azmun Jaafar kemudian digiring menuju Lapas Pekanbaru. Dengan begitu, dipastikan juga bahwa kondisi kesehatannya dalam keadaan baik.

“Dieksekusinya hari ini, dan langsung diantar ke Lapas,” pungkas Praden.

Diketahui, Tengku Azmun Jaafar sempat divonis bebas saat perkaranya bergulir di Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru. Padahal saat itu, Jaksa menuntut mantan Tengku Azmun Jaafar dengan pidana penjara selama 4,5 tahun, dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, dia juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp4.518.853.600. Atas vonis itu, Jaksa mengajukan kasasi ke MA.(dod)

Comments

Berita Terbaru