oleh

Bahaya Plastik terhadap Kesehatan dan Lingkungan

PEKANBARU (HR)-Era globalisasi saat ini kita sebagai manusia atau konsumen yang acap berbelanja ke pasar tradisional atau pasar modern. Itu tidak bisa terlepas dari yang namanya plastik.

Plastik selalu digunakan dalam berbagai keperluan. Misalnya, untuk tempat minuman membungkus makanan, tempat belanjaan dan masih banyak lagi yang lainnya dengan menggunakan media plastik. Plastik dipakai karena berbagai alasan, di antaranya karena ringan, tidak mudah pecah, harganya murah dan mendapatkannya juga sangatbgampang tentunya.

Tetapi, banyak masyarakat yang tidak menyadari bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaan plastik terhadap kesehatan dan lingkungan kita, karena plastik sejatinya tidak mudai diurai bahkan butuh ratusan tahun dapat diurai.

Plastik digunakan dengan bebas dan baru-baru ini ada aturan jika belanja di supermarket atau swalayan seperti Indomaret dan Alfamart konsumen dikenakan Rp200. Namun aturan itu belum semuanya diberlakukan sepertinya. Sehingga, dimana-mana kita melihat plastik berserakan di selokan, di jalanan dan lebih parahnya dibuang sembarangan di sungai yang pada akhirnya dari pembuangan ini akan bermuara ke laut.

Untuk jadi perhatian kita, bahwa degrasi plastik membutuhkan waktu yang sangat lama dan ini tentu berpengaruh terhadap habitat organisme yang lama kelamaan plastik ini akan terurai menjadi biji-biji plastik. Bila ada di perairan, maka biji plastik ini melayang dan bagi organisme air dianggap sebagai plankton dan ahkirnya dimakan organisme yang lebih besar dan pada ujung rantai makanan akan menyebabkan kematian.

Selanjutnya dapat kita ketahui bagaimana bahaya plastik/kantong plastik bagi kesehatan.

1. Menyebabkan Kanker
Bahayanya bila sampai terurai, partikel plastik bisa berbahaya bagi kesehatan, bahkan menyebabkan kanker. Ini dikarenakan di udara, plastik mengalami penguraian sebagai dioksin.

2. Mengganggu Kesehatan Sistem Saraf
Apabila penguraian sebagai dioksin tersebut sampai dihirup oleh manusia karena pembakaran plastik yang tidak berjalan sempurna.

3. Meningkatkan Potensi Depresi
Di samping faktor internal dan ekternal, potensi depresi ini dapat disebabkan oleh paparan senyawa berbahaya dari plastik yang saat proses pembakaran tak sempurna.

4. Pembengkakan Hati
Berbagai masalah kesehatan dapat dipicu oleh penggunaan dan bahkan pembakaran kantong plastik, khususnya yang datang dengan warna hitam itu rata-rata adalah produk daur ulang.

5. Gangguan Reproduksi
Baik wanita maupun pria sebaiknya berhati-hati dan senantiasa menggunakan kantong plastik dengan benar. Gangguan reproduksi adalah salah satu ancaman terbesar akan kantong plastik. Ini disebabkan oleh adanya bahan kimia tambahan yang beragam ada di dalam kantong plastik. Sisa monomer yang tidak bereaksi terhadap plastik pun juga menyebabkan gangguan kesehatan satu ini.

6. Kontaminasi Senyawa
Dalam periode lama akan menyebabkan iritasi kulit dan saluran pernapasan. Bagi perempuan, senyawa ini bisa meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran. Radang paru-paru, masih dengan alasan yang sama, bahan kimia berbahaya di dalam kantong plastik cukup tak terduga. Salah satu senyawa yang ada di dalam kantong plastik penyebab gangguan kesehatan seperti kanker dan radang paru-paru adalah PET atau sebutan lainnya adalah Polyetylene Terephthalate. Ada zat karsinogenik yang bakal keluar dari penggunaan botol atau kantong plastik, terutama saat terkena paparan panas. Senyawa kimia itu mudah masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan.

Plastik berdampak buruk bagi lingkungan karena ;

1. Sifat plastik yang memang susah diuraikan oleh tanah meskipun sudah tertimbun bertahun-tahun. Ketahuilah bahwa plastik baru bisa diuraikan oleh tanah setidaknya setelah tertimbun selama 200 hingga 400 tahun. Bahkan ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa sampah plastik bisa terurai dalam waktu 1000 tahun lamanya.

2. Proses lamanya terurai inilah yang kemudian mengakibatkan dampak sampah plastik buruk bagi lingkungan, seperti munculnya zat kimia yang dapat mencemari tanah sehingga berkurang tingkat manfaat dan kesuburannya.

3. Selain itu, dengan proses yang susah diuraikan, sampah plastik juga dapat membunuh sang pengurai tanah. Sehingga wajar saja apabila tingkat kesuburan yang dimiliki tanah berkurang. Dengan mengetahui fakta ini alangkah baiknya kita, selaku masyarakat Indonesia, menyadari bahwa penggunaan plastik sebenarnya tidak baik, apabila secara berlebihan dalam penggunaannya. Dan juga janganlah lupa untuk tidak membuang sampah secara sembarangan, termasuk sampah plastik.

Solusi untuk mengurangi penggunaan plastik, diharuskan bila pergi belanja untuk membawa tas atau kantong dan jika bepergian membawa botol air sendiri.

 

 

PENULIS : Dra Suryanti M Si (Dosen Biologi FKIP Universitas Islam Riau)

Comments

Berita Terbaru