oleh

Jaksa Periksa Notaris Reni Mayoni terkait Dugaan Korupsi di BRK Pangkalan Kerinci

PEKANBARU (HR)-Meski awalnya tidak mengaku, Reni Mayoni akhirnya membenarkan jika dirinya adalah seorang notaris. Itu pun setelah dibenarkan oleh seorang pria, yang diduga adalah suaminya.

Reni adalah salah satu pihak yang diundang Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau pada Selasa (2/7) ini. Disinyalir, dia diklarifikasi terkait dugaan korupsi di Bank Riau Kepri (BRK) Cabang Pangkalan Kerinci, yang tengah diusut Koprs Adhyaksa Riau itu.

Dari informasi yang dihimpun, Reni menyambangi kantor sementara Kejati Riau Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru itu sekitar pukul 10.00 WIB. Sesampai di sana, Reni yang saat itu mengenakan blazer warna hitam yang menutupi baju putihnya, langsung menuju salah satu ruangan di Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau.

Setia menunggu di luar, seorang pria yang mengenakan baju kemeja. Bersamanya terlihat satu buah tas warna merah yang diduga milik Reni.

Dua jam berselang, Reni terlihat keluar dari ruang pemeriksaan. Dia langsung menuju ke pria tersebut, yang duduk di bangku yang ada di Bagian Pidsus Kajati Riau.

Sempat sebentar bercengkrama, sang pria pun terlihat menuju ke musala yang ada tak jauh dari posisi mereka. Pria yang diketahui adalah suami Reni itu pun kemudian mengambil wudhu sebelum melaksanakan Salat Zuhur.

Saat itu, haluanriau.co mencoba melakukan wawancara terhadap wanita berhijab itu. Kepadanya ditanyakan terkait tujuan kedatangannya ke Kejati Riau.

“Nanti ya. Nanti, nanti. Nanti aja,” elak Reni. Sesaat kemudian, pria tersebut kembali ke dekatnya.

Dicoba ditegaskan, apakah betul dia adalah seorang notaris, Reni menggelengkan kepala. Namun jawaban itu langsung dikoreksi oleh lelaki itu. “Iya, benar,” singkat pria itu.

Dari penelusuran yang dilakukan, Reni Mayoni adalah notaris saat pemberian kredit kepada PT Dona Warisman Bersaudara oleh BRK Cabang Pangkalan Kerinci tahun 2017 lalu itu.

Tidak hanya Reni, proses klarifikasi juga dilakukan terhadap M Abdillah. Dia diduga adalah Admin Kredit pada BRK Cabang Pangkalan Kerinci.

Saat dikonfirmasi, M Abdillah mengaku jika kedatangannya untuk diklarifikasi terkait perkara yang tengah diusut Kejati Riau itu. “Iya, klarifikasi aja,” kata dia sejurus setelah keluar ruang pemeriksaan.

Saat ditanya, apakah ada menyerahkan dokumen kepada tim penyelidik, dia menjawab tidak ada. “Tidak ada. Entah la yang kemarin (pihak yang diklarifikasi sebelumnya, red),” singkat M Abdillah.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan tidak menampik jika kedatangan dua orang itu terkait pengusutan dugaan korupsi di BRK Cabang Pangkalan Kerinci itu.

Menurut dia, proses klarifikasi itu dalam rangka penyelidikan. “Ini masih lid (penyelidikan, red),” kata Muspidauan.

Dalam proses ini, kata dia, Jaksa masih berusaha mencari peristiwa pidana dalam perkara tersebut. Apakah nanti bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan, itu tergantung dari proses penyelidikan yang dilakukan. “Nanti kita lihat perkembangannya,” pungkas dia.

Sebelumnya, proses klarifikasi dilakukan terhadap lima orang pegawai di perusahaan pelat merah itu. Mereka adalah Pimpinan Cabang (Pimcab) BRK Pangkalan Kerinci, Faizal Syamri, Ahmadi Syamsul yang merupakan Pimpinan Seksi (Pimsi) Operasional dan Pelayanan Nasabah, Sasnobon selaku Pimsi Pemasaran, Yuriko Pratama dan Yanumar, masing-masing selaku Analis Kredit.

Masih dari informasi yang didapat, jabatan yang melekat pada lima orang yang diklarifikasi tersebut, disandang pada tahun 2017 lalu. Mereka dimintai keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi pada pemberian kredit kepada PT Dona Warisman Bersaudara.

Diduga ada kesalahan prosedur dalam pemberian kredit yang diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar. Untuk memastikan hal itu, proses pengusutan dilakukan.(Dod)

Comments

Berita Terbaru