oleh

Dugaan Korupsi di BRK Cabang Pangkalan Kerinci, Pimsi Pemasaran Diklarifikasi Jaksa

PEKANBARU (HR)- Kejaksaan Tinggi Riau kembali mengundang Sasnobon untuk diklarifikasi dalam perkara dugaan korupsi di Bank Riau Kepri Cabang Pangkalan Kerinci. Klarifikasi terhadap Pimpinan Seksi (Pimsi) Pemasaran di bank tersebut diketahui kali ketiga yang dilakukan Korps Adhyaksa Riau itu.

Sebelumnya, Sasnobon telah diklarifikasi bersama Faizal Syamri dan Ahmadi Syamsul. Dua nama tersebut merupakan Pimpinan Cabang (Pimcab) dan Pimsi Operasional dan Pelayanan Nasabah. Selang beberapa hari kemudian, ketiganya kembali diklarifikasi dalam perkara dugaan rasuah pemberian kredit kepada PT Dona Warisman Bersaudara itu.

Pada Selasa (9/7) ini, Sasnobon kembali hadir di kantor sementara Kejati Riau Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru. Dikonfirmasi hal, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, mengatakan jika penyelidik masih membutuhkan keterangan terhadap Sasnobon. “Ini proses permintaan keterangan lanjutan. Penyelidik masih membutuhkan keterangan yang bersangkutan,” ujar Muspidauan kepada Haluan Riau di ruangannya, Selasa siang.

Hal itu, kata dia, dalam rangka upaya mencari peristiwa pidana dalam perkara tersebut. “Tentunya kita ingin perkara ini terungkap dengan terang,” sebut mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru itu.

Selain dia, proses klarifikasi pada Selasa ini juga dilakukan terhadap seorang pegawai di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau. Dia adalah Yanwar, yang diketahui merupakan Analis di perusahaan pelat merah itu. “Siapa pun yang diduga mengetahui, akan diundang untuk diklarifikasi,” pungkas Muspidauan.

Sebelumnya, proses klarifikasi dilakukan terhadap Ujang Azwar dan Yuliana. Mereka masing-masing Direktur dan Komisaris PT Dona Warisman Bersaudara. Tidak hanya Riski Sanjaya dari PT Askrindo Cabang Pangkalan Kerinci juga telah menjalani proses yang sama. Tak hanya itu, M Abdillah yang merupakan Admin Kredit di BRK Cabang Pangkalan Kerinci dan notaris Reni Mayoni.

Nama-nama di atas, dimintai keterangan terkait penyelidikan dugaan korupsi pemberian kredit kepada PT Dona Warisman Bersaudara pada tahun 2017. Diduga ada kesalahan prosedur dalam pemberian kredit yang diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar. Belakangan diketahui kredit itu macet.(dod)

Comments

Berita Terbaru