oleh

1.512 Satgas Karhutla Diturunkan, Doni: 99 Persen Ulah Manusia

PEKANBARU (HR)- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen (Purn) TNI Doni Manardo, menegaskan kepada seluruh tim satuan tugas Kebakaran Hutan dan Lahan dan masyarakat, kebakaran yang terjadi di wilayah Riau, hanya dua faktor, pertama 1 persennya karena alam, dan kedua 99 persen akibat dibakar oleh manusia.

“Dari data yang dikumpulkan oleh tim pakar, hanya 1 persen kebakaran karana alam, 99 persennya karena faktor manusia. Dan faktor manusia dibagi dua lagi, tidak sengaja karena membakar sampah dan membuang puntung rokok. Kedua dibakar sengaja, untuk membuka ladang dan ada yang menyuruh dan membiayai,” ujar Doni Manardo, saat memimpin apel siaga Siaga Karhutla di halaman Kantor Gubernur Riau, Rabu (10/7).

Untuk itu, kata Jendral bintang tiga ini, bagi seluruh Satgas Karhutla, bisa memberikan masukan dan mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan denahn cara membakar. Karena sejauh ini kebakaran hutan memang terjadi akibat sengaja dibakar. Oleh sebab itu perlu sosialisasi sejak dini kepada masyarakat.

“Anggota satgas bisa melakukan pendekatan kepada masyarakat. Agar tidak terjadi lagi kebakaran hutan yang sangat merugikan, bahkan Bank Dunia mencatat kerugian hingga 16 miliar USD, selain itu kerugian materi, kesehatan, dan bahkan nyawa. Karhutla ini kerugian melebih bencana alam lainnya yang terjadi,” ungkap Doni.

“Dalam beberapa bukan terakhir Hely yang dikirim ke Riau, pemadaman sifatnya hanya sementara karena lahan gambut di Riau kedalamannya mencapai 20 meter bahkan mencapai 36 meter. Pemadaman dengan water bombing dan TMC hanya bagian atas permukaan gambut tapi bagian bawah tetap terbakar,” tambahnya.

Lebih jauh dikatakannya, untuk pencegahan Karhutla di Provinsi Riau, BNPB menurunkan Tim Gabungan TNI/Polri dan unsur masyarakat sebanyak 1.512 personel untuk pencegahan Karhutla di Riau. Tim gabungan ini akan diturunkan ke desa-desa rawan Karhutla di kabupaten/kota se-Riau untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat soal bahaya membakar lahan, bahkan setiap personel akan mendapat upah Rp145 ribu setiap harinya kepada 1.512 orang tersebut selama misi pencegahan dilakukan, yakni selama kemarau di provinsi Riau berakhir yang diperkirakan sampai September 2019. “Setiap orang akan menerima anggaran resmi dari pusat untuk pencegahan, jadi satu orang itu Rp145 ribu,” kata Doni.

Untuk pemberian anggaran tersebut tidak hanya untuk 1.512 orang tim gabungan pencegahan Karhutla Riau. Tapi juga untuk lima provinsi yang sudah menetapkan status siaga Karhutla. Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimatan Selatan. “Jadi anggaran itu berlaku sama, setiap hari mendapat alokasi anggaran Rp145 ribu per orang. Anggaran itu bukan hanya untuk TNI/Polri, tapi ada untuk unsur LSM, media, budayawan, ulama, dan penyuluh pertanian yang tergabung dalam tim gabungan,” katanya.

Setiap provinsi terdapat tim gabungan 1.512 orang. Dimana 1.000 personel TNI, 205 personel Polri, kemudian sisanya tim gabungan dari LSM, Media dan lainnya. Tim tersebut, nanti akan difasilitasi oleh Satgas untuk berada di dibagi tugasnya di desa-desa. Misalnya media tugasnya bisa menyampaikan informasi ke publik, apa sebenarnya yang terjadi di lapangan.
“Jadi mereka ini turun ke desa-desa memberi penyuluhan kepada masyarakat, melakukan berbagai hal yang positif, supaya tidak dipengaruhi orang untuk membakar lahan. Karena tanpa kerjasama, seperti melibatkan media mungkin hasilnya tidak akan maksimal dalam upaya pencegahan Karhutla,” tegasnya.

Turut hadir pada apel upacara Satgas Karhutla, Gubernur Riau, Syamsuar, Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, unsur Forkopimda, anggota DPRD Riau, perwakilan dari perusahaan, Indah Kiat, RAPP, aparat TNI/Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait lainnya.(nur)

Comments

Berita Terbaru