oleh

Pengusaha Reklame dan Kasatpol PP Adu Mulut

 

PEKANBARU (HR)- Aksi adu mulut sempat terjadi antara pengusaha reklame bernama Abeng, dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru, Agus Pramono, saat kegaiatan penertiban reklame melanggar aturan di Jalan Sudirman, Kamis (11/7).

Abeng yang diduga sebagai pemilik tak terima saat petugas gabungan yang terdiri dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru, menempel media reklame dengan spanduk berwarna merah bertuliskan objek pajak belum membayar pajak daerah.

Kemudian merobek separuh media reklame yang menampilkan salahsatu produk rokok. “Mana komandannya, mana komandannya, kenapa ini dirobek,” tanya dia.

Pertanyaan tersebut langsung disambut Kasatpol PP Agus Pramono yang kebetulan memang berada dekat dari posisi Abeng berdiri. Tanpa basa-basi, Kasat langsung menanyakan, ada apa dengan dirinya. “Bapak mau menunjukkan kehebatan bapak, saya juga mau lihatkan kehebatan saya. Saya potong nanti tiang itu,” tegas Agus.

Abeng langsung mengklarifikasi pertanyaan yang diucapkan, menanyakan siapa komandan dari penertiban tersebut. “Bukan itu maksudnya, bapak salah pengertian. Saya kan nanya, supaya tidak salah pengertian dengan yang punya,” jelas Abeng.

Agus Pramono, lagi-lagi menjawab, jangan main-main ini lapangan. Jangan main-main dirinya. “Saya tidak emosi, kan bapak tadi yang nanya mana komandannya, banyak orang yang tahu di sini. Jangan main-main dengan saya,” tegas Agus Pramono.

Setelah beberapa menit beradu mulut, akhirnya Abeng menerima reklamenya disegel. Kepala Badan Pendapatan Daerah Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, menyebut penertiban papan reklame di sepanjang Jalan Sudirman, bertujuan memberi efek jera. Terhadap pengusaha agar mereka taat membayar pajak. “Kita tertibkan hari ini, ada yang kita robek media reklamenya, ada juga yang kita potong langsung tiangnya. Untuk efek jera agar mereka taat pajak,” jelas Ami sapaan akrab Kaban Bapenda.

Selain memberi efek jera, penertiban yang dilakukan sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. “Kita berharap dengan adanya penertiban, pengusaha bisa tertib membayar pajak,” imbuh Ami.

Sebanyak 2 pleton Satpol, dan beberapa petugas dari DPM PTSP dan Bapenda, dikerahkan dalam penertiban itu. Kepala Bidang Pengaduan, Kebijakan dan Pelaporan Layanan DPM-PTSP Pekanbaru, Quarte Rudianto, menjelaskan, di tahun 2019 ini untuk tiang reklame yang berizin di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman ada 88. Empat diantaranya memakan bahu jalan, sedangkan yang tak berizin berjumlah 77, sedangkan 15 di antaranya mengenai bahu jalan.

“Kita akan kerjasama dan koordinasi dengan Bapenda. Karena Bapenda bilang, tiang reklame yang tak berizin tapi bayar pajak tak akan diganggu. Tapi yang tidak lunya izin dan tak bayar pajak, itu yang akan kita tertibkan,” tutup Quarte.

Sementara itu, Abeng yang diduga sebagai pemilik reklame tak bayar pajak, dikonfirmasi enggan berkomentar. “Saya tak ada komentar apa-apa,” katanya melalui sambungan telepon miliknya. Bukan hanya menyisir reklame di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, penertiban dilanjutkan ke Simpang Harapan Raya, Purna MTQ , dan Simpang Tiga.(her)

Comments

Berita Terbaru