oleh

Meresahkan, Tujuh Orang Diamankan Satpol PP di Kos-kosan Kuantan

PEKANBARU (HR)-Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru mengamankan tujuh orang di kos-kosan Jalan Kuantan Pekanbaru, Jumat (12/7). Terdiri dari enam orang perempuan dan satu orang laki-laki yang sedang berduaan di dalam salahsatu kamar di sana.

Menurut keterangan warga, aktifitas yang dilakukan penguni kos sudah sangat meresahkan sejak lama. Sebab, pemilik tidak tinggal di wilayah tersebut.

“Dari tahun 2010 kos-kosan itu sudah jadi tempat zina saja, kami tahu betul. Yang punya rumah masa bodoh. Pemilik tinggal di daerah Sukajadi, jadi tak kan tahu siapa saja yang masuk ke rumah kos itu. Mulai dari pagi, siang atau malam, cowok yang ngantar juga sering ikut masuk ke kamar,” kata sejumlah ibu-ibu warga setempat, meminta namanya tidak ditulis.

Aktifitas yang disebutkan bukan hanya sering terlihat, tapi seperti sudah jadi kebiasaan. Tidak peduli malam atau subuh hari.

“Usir ajalah dari pada meresahkan kami sebagai warga. Semakin lama, semakin menjadi-jadi, sial kami dibuatnya. Tak usah terima yang masih lajang, yang sudah berumahtangga sajalah. Kami sudah lapor ke Pak RT, tapi karena ada keluarganya yang mau naik haji, jadi besok mau ditindak,” jelasnya.

Ditambahkan warga, aktifitas yang dilakukan penghuni kos, sudah berapa kali digrebek dan ditangkap warga. Tapi setelah itu, penguni berganti dengan tetap menjalankan aktifitas meresahkan yang dikeluhkan warga.

“Sudah sering digrebek, bahkan dibawa ke kantor polisi. Setelah itu, ganti orang baru lagi, gitu saja terus. Yang punya rumah ni tak pernah jera, dia cuma tahu terima duit, tak dipikirnya besok di neraka, karena menyediakan tempat orang berzina. Rasanya mau kami lempar mercon besar ke kosan tu,” kesal warga menjelaskan.

Hingga berita diterbitkan tujuh orang yang diamankan masih berada di Mako Satpol PP Pekanbaru, untuk dilakukan pendataan.

Kabid Ops Satpol PP Pekanbaru, Desheriyanto, mengatakan, penertiban rumah kos dimulai usai Salat Jumat. Begitu menerima laporan masyarakat, pihaknya langsung menurunkan sejumlah personil ke lapangan.

“Habis (Salat) Jumat anggota turun ke kos-kosan di Jalan Kuantan. Aktifitasnya terindikasi bebas, bisa campur laki-laki dan perempuan. Terbukti saat penertiban berlangsung ditemukan pasangan di luar nikah sedang di dalam kamar. Ada juga yang tidak punya KTP Pekanbaru,” kata Kabid.

Pemilik kos, kata Kabid sudah dipanggil meski sampai saat belum datang. Dia akan diberi peringatan keras agar tidak membebaskan rumah kos dari aktifitas yang meresahkan masyarakat.

“Kalau datang pemilik kami beri peringatan keras. Kalau masih bandel, kosnya kami segel,” tegas Desheriyanto.

Terhadap tujuh orang yang diamankan, masih ditahan di Mako Satpol PP untuk didata terkait identitasnya. Kemudian diberikan pengarahan, sekaligus
membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Kemudian segera mengurus identitas KTP Pekanbaru.

“Setelah pemilik kos datang sebagai penjamin, mereka kami pulangkan,” imbuhnya.

Tujuh orang yang diamankan berinisial Ar, perempuan, Sr, perempuan, Ags, perempuan, End, perempuan, Dev, perempuan, dan Rin, yang kedapatan sedang berduaan bersama pria inisial W.(her/dod)

Comments

Berita Terbaru