oleh

BRI Targetkan Porsi Kredit UMKM Menjadi 80 Persen

JAKARTA (HR)-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. hendak semakin mengukuhkan diri sebagai penyalur kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam tiga tahun mendatang perusahaan menargetkan segmen tersebut menyumbang 80 persen total portofolio pembiayaan.

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan kredit UMKM dapat memberikan efek domino lebih besar terhadap perekonomian nasional. Selain berupaya meningkatkan porsi debitur UMKM, perseroan juga membuat ekosistem yang sehat bagi para pelaku usaha agar dapat naik kelas.

Baca juga: BRI Jadi Emiten BUMN Terbaik Bisnis Indonesia Award 2019
“Dua tahun terakhir aktivitas yang kami lakukan membuat 2,15 juta debitur mikro naik kelas,” katanya kepada Bisnis.
Suprajarto menjelaskan aktivitas dimaksud adalah membuat kelompok berdasarkan jenis usaha masing-masing debitur. Di dalam kelompok tersebut, perseroan memberikan banyak bantuan dari segi pengadaan kebutuhan barang modal hingga penyuluhan cash management.

Selain itu perusahaan akan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menyalurkan kredit kepada sektor UMKM. BRI tengah menghimpun data para debitur untuk dijadikan bank data agar dapat dimanfaatkan sebagai indikator penilaian kredit atau credit scoring.

Menurut Supra debitur UMKM BRI saat ini terbilang representatif untuk dijadikan acuan penilaian kredit. “Ini bisa mengurangi banyak keluhan soal agunan,” katanya.

Adapun porsi kredit UMKM BRI merangkak naik dalam beberapa waktu terakhir. Hingga akhir Maret 2019, perusahaan mencatat penyaluran dana sebesar Rp855,47 triliun atau naik 12,91 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Debitur utama perusahaan, yang bergerak pada segmen UMKM menyumbang 76,92 persen terhadap portofolio kredit atau Rp657,99 triliun.

Segmen mikro pada tiga bulan pertama 2019 tumbuh 13,17 persen yoy menjadi Rp284,11 triliun. Hal ini tidak lepas dari implementasi teknologi melalui BRISpot.

Perusahaan mengklaim digitalisasi kredit mikro membuat proses penyaluran kredit menjadi lebih cepat. Sebagai gambaran, sebelum ada BRISpot pengajuan hingga persetujuan pembiayaan mikro mencapai rata-rata 2 pekan. Saat ini seluruh proses itu, secara rata-rata, rampung dalam waktu 2 hari.

Pertumbuhan kredit mikro pada kuartal pertama tahun ini telah mendorong komposisinya terhadap total pembiayaan menjadi 33,21 persen, naik tipis dari kuartal I/2018 33,13 persen. Perusahaan menargetkan kredit wong cilik ini setidaknya dapat berkontribusi hingga 50 persen.

Sementara itu per akhir 2018, komposisi kredit UMKM BRI sebesar 76,5 persen, naik dari tahun sebelumnya, 75,6 persen. Pada tahun lalu penyaluran dana ke segmen tersebut naik 15,5 persen yoy.(rpc/nie)

Comments

Berita Terbaru