oleh

Cuci Seragam Murid, Guru Cantik Jadi Perhatian Netizen

INTERNASIONAL (HR) – Baru-baru ini sosok guru cantik, Farrah Norashikin mendapat perhatian netizen Malaysia. Bukan soal parasnya tapi aksinya mencuci seragam muridnya yang lusuh.

Guru sekolah pertama (setaraf Sekolah Dasar) di Kota Setar, Kedah, ini mengunggah kisahnya di Facebook dan menjadi viral.

Guru berusia 37 tahun itu mengaku sudah terlalu sering menegur seorang murid karena memakai seragam kumal ke sekolah.

” Saya sudah lama menegur. Tapi saya rasa baju itu tetap seperti tidak dicuci karena tempat yang kotor masih sama di bagian dada dan perut,” kata Farrah, dikutip dari mstar.com.my, Senin 15 Juli 2019.

Farrah menduga seragam itu bukan hanya sepekan tidak dicuci. Melainkan sudah berpekan-pekan lamanya. ” Setiap saya tanya dia jawab ibunya sudah mencucinya, tetapi cara dia menjawab seperti ada yang ditutup-tutupi,” kata Farrah.

Tidak Untuk Menyudutkan Siapapun

Tanpa pikir panjang, Farrah membawa pulang baju murid tersebut dan mencucinya di rumah. Harapannya, orangtua si murid menyadari tindakan yang dilakukan Farrah.

” Saya cuci karena saya kasihan lihat dia. Saya lihat dia memakai seragam seperti itu saja bikin saya pusing,” kata dia.

Farrah pun heran dengan orangtua yang membiarkan anaknya memakai seragam kumal. Dia rendam seragam itu selama dua hari sebelum dicuci.

” Saya rendam dan kucek-kucek sampai keluar daki. Lalu saya berikan ke anak itu dalam keadaan sudah disetrika,” terang Farrah.

Dia pun mengatakan tidak ada niatan untuk menyudutkan siapapun. ” Biarlah ibu dia tahu sendiri,” terang dia.

Sempat Ditentang Guru Lain dan Teman Dekat

Farrah mencuci baju seragam itu bukan untuk mempermalukan orangtua si murid, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab seorang guru.

” Saya juga ingin masalah ini dijadikan pembelajaran bagi orangtua lain mengenai betapa pentingnya menjaga penampilan anak-anak,” kata dia.

Meski niatnya mulia, banyak yang tidak sependapat dengan langkah Farrah. Bahkan teman dekat guru cantik itu juga menyatakan tidak sepakat dengan langkahnya.

” Kebetulan hari itu ada guru lain memberinya seragam baru yang diwakafkan majelis agama Islam Kedah untuk murid kurang mampu. Dia (murid) menukar seragamnya dan saya tidak pikirkan. Tapi dia tinggalkan baju itu dan saya masukkan ke dalam plastik. Guru lain marah dan melarang saya membawa pulang,” kata dia.

Farrah sempat merasa berkecil hati. Namun begitu, dia tetap membawa pulang seragam kumal itu.

Karena sikapnya, murid itu berangsur menunjukkan perubahan sikap. ” Sejak saat itu dia jadi dekat dengan saya,” ucap Farrah. (sumber: Dream)

Comments

News Feed