oleh

Pengacara TW Serang Hakim

JAKARTA (HR)- Seorang hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dipukul pengacara di dalam persidangan. Pengacara menyerang saat hakim membacakan saat sidang masih berjalan.

“Kronologi kejadian tersebut bermula ketika majelis hakim tengah bacakan putusan yang mana pada bagian pertimbangan sudah mengarah urainnya pada pertimbangan petitum digugat sehingga kuasa hukum pihak TW selaku penggugat inisial D berdiri dari tempat kursi sebagai kuasa hukum penggugat,” kata Humas PN Jakpus Makmur, Jalan Bungur, Jakpus, Kamis (18/7).

Makmur mengatakan pengacara tersebut mendatangi hakim. Pengacara tersebut menyerang majelis hakim menggunakan ikat pinggang yang dipakainya. “Kemudian melangkah ke depan majelis hakim yang sementara bacakan pertimbangan putusan dan sekonyong menarik ikat pinggangnya dan tali itu digunakan oleh pelaku D untuk melakukan penyerangan kepada majelis hakim yang bacakan putusan,” tuturnya.

Ketua Majelis Hakim HS ikut terkena serangan tersebut. Pelaku lalu diamankan petugas keamanan. “Penyerangan tersebut sempat mengenai ketua majelis hakim HS, pada bagian jidat dan sempat mengenai hakim anggota inisial DB dan setelah itu pelaku diamankan kemudian kondisi terakhir dari keamanan PN Jakpus,” tuturnya.

Saat ini pengacara tersebut diamankan di Polsek Kemayoran. Penyerangan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Dari nomor perkara 223/pdt.G/2018/PN Jakpus, diketahui TW adalah Tomy Winata selaku pihak penggugat. Sementara di sisi tergugat ada 6 pihak.

Setelah mengalami penyerangan, hakim tersebut pergi ke rumah sakit untuk divisum. “Setelah kejadian itu majelis hakim yang bersangkutan langsung dikawal petugas keamanan PN Jakpus langsung ke rumah sakit untuk segera visum atas kejadian tersebut,” kata Makmur.

Hakim Sunarso melaporkan pengacara D usai insiden tersebut. Sunarso menyebut tindakan Desrizal merupakan penghinaan terhadap lembaga peradilan (contempt of court).

“Ini termasuk contempt of court, membuat keonaran atau ketdak tertiban dari persidangan,” kata Sunarso kepada wartawan di Polres Jakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (18/7). Sunarso kemudian memilih menempuh jalur hukum untuk melaporkan Desrizal ke polisi. Laporan itu dia buat bukan alasan pribadi, tetapi menyangkut lembaga peradilan yang seharusnya dihormati.

“Kami laporkan sesuai prosedur hukum. Karena ini bukan masalah pribadi, kalau pribadi saya bisa memaafkan, kalau lembaga ini kan bicara sudah bicara kelembagaan,” tandasnya.(dtc)

Comments

Berita Terbaru