oleh

JCH Bengkalis Kloter 10 Menuju Makkah

BENGKALIS (HR)- Setelah 9 hari berada di Kota Madinah atau merampungkan ibadah arbain (salat wajib lima waktu berjamaah sebanyak 40 kali), Jamaah Calon Haji Kabupaten Bengkalis yang tergabung dalam Kloter 10 Embarkasi Batam bertolak menuju kota suci Makkah Al Mukaromah, Selasa (23/7) pagi waktu Arab Saudi.

Ketua Kloter 10 Embarkasi Batam, Ibrahim melalui pesan whatApps menerangkan, saat berangkat ke tanah suci Makkah, Jamaah Calon Haji (JCH) diangkut menggunakan 10 armada bus. Selama dalam perjalanan, seluruh JCH sudah menggunakan pakaian ihram lengkap. Selanjutnya akan mengambil miqat di Bier Ali. Selama mengenakan pakaian ihram, JCH dilarang jimak atau hubungan intim, menggunting rambut, memotong kuku, membunuh hewan dan lainnya. Bila dilangar maka akan dikenai denda atau dam.

“Perjalanan diperkirakan memakan waktu lebih kurang delapan jam. Selama perjalanan seluruh JCH melantunkan talbiah,” ucap Ibrahim.

Setibanya di Mekah, setelah menyelesaikan urusan kamar di pemondokan, JCH langsung mengerjakan tawaf, sai dan tahalul. Setelah tahalul jamaah sudah bisa melepaskan pakaian ihram. “Kami di sini memohon doa dari keluarga dan masyarakat Bengkalis. Terlebih perjalanan dari Madinah menuju Mekah lumayan lama. Selain itu JCH harus mengerjakan umrah (tawaf dan sai), butuh tenaga tambahan,” tutupnya.

Menuju EHA

Dari tanah air, sebanyak 21 JCH asal Kabupaten Bengkalis yang tergabung dalam Kloter 20, Selasa (23/7) berangkat menuju Embarkasi Haji Antara (EHA) Pekanbaru.Jamaah yang terdiri dari Kecamatan Bengkalis 8 orang, Bantan 5, Bukit Batu 2 dan Mandau 6 ini difasilitasi transportasi, akomodasi dan konsumsi selama pemberangkatan sama halnya seperti JCH Kloter 10.

“Alhamdulillah JCH Kloter 20, gabungan JCH kabupaten/kota se-Riau kecuali Meranti hari ini sudah berangkat menuju Pekanbaru. Insya Allah pukul 12.30 WIB akan sampai di EHA,” tutur Kabag Kesra Setda Bengkalis, H Hambali yang turut mengantar.

Seperti Kloter 10, JCH asal 4 kecamatan ini juga dibagi dua kelompok perjalanan, yakni JCH Mandau dari Duri, dan JCH Bengkalis, Bantan serta Bukit Batu dari Sungai Pakning. Ke-21 JCH akan bergabung dengan jamaah Inhil 120 orang, Kuansing 57, Pelelawan 17, Rohil 37, Inhu 14, Pekanbaru 77, Kampar 3, Siak 65, Rohul 4 dan Dumai 30 jamaah.

“Insya Allah jamaah ini akan bertolak dari Pekanbaru ke Batam Subuh nanti dan dari Batam ke Jeddah pada pukul 10.10 WIB. Mudah-mudahan semua jamaah selalu dalam keadaan sehat selama menjalankan ibadah di Tanah Suci nanti,” tutupnya.

Dari data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama pada Senin 22 Juli 2019 pukul 19.00 WAS, jumlah jamaah dan petugas haji Indonesia yang telah tiba di Kota Makkah, Arab Saudi, mencapai 67.623 orang. Sebanyak 48.506 jamaah merupakan hasil pendorongan dari Kota Madinah. Sementara jamaah haji yang berasal dari Kota Jeddah ada sebanyak 19.117 orang. Total jamaah haji Indonesia yang sudah tiba di Arab Saudi mencapai 115.643 orang. Jumlah jamaah haji gelombang I yang telah tiba sebanyak 93.937 orang. Jamaah gelombang I terakhir datang ke Madinah adalah pada 20 Juli 2019. Sementara total jamaah haji gelombang II yang sudah tiba sebanyak 21.706 orang

Selama di tanah suci, jamaah haji Indonesia diminta jangan jajan makanan, apalagi secara sembarangan, karena makanan jamaah telah disiapkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Pengendali Teknis Pelayanan Luar Negeri Sri Ilham Lubis menyebutkan, makanan di luar yang disediakan panitia penyelenggara haji tidak diketahui keamanannya.”Jamaah tidak perlu menyiapkan makanan atau membeli makanan di luar. Apalagi jajan yang tidak terjamin higienis dan kesehatannya,” kata Sri Ilham yang juga menjabat Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri ini, Selasa (23/7).

Dia menyebut, makanan yang disediakan sudah mencukupi kebutuhan jamaah haji. “Kita menyiapkan makan 2 kali beserta kelengkapannya. Dan untuk sarapan pagi ada roti dan perbanyak minum air putih,” pesan Sri Ilham. Dirinya memastikan bahan baku yang yang digunakan untuk memasak makanan yang akan disajikan ke jamaah haji berkualitas tinggi. Saat melakukan inspeksi di salah satu perusahaan katering, Sri Ilham memastikan semua proses penyimpanan bahan baku hingga memasak berjalan dengan baik dan higienis.(man/okn)

Comments

Berita Terbaru