oleh

Perkara Satriandi Gugur Demi Hukum

PEKANBARU (HR)- Dengan ditemukan Satriandi dalam keadaan tewas, akan menghentikan proses pencarian terhadap buronan kelas kakap itu. Terhadap status hukumnya, juga dinyatakan gugur demi hukum.

Demikian diungkapkan Kepala Lapas Kelas II A Pekanbaru, Yulius Sahruza, Selasa (23/7) siang. Dikatakannya, pelaku yang tewas tertembak Polisi pada penggerebekan itu benar adalah Satriandi.

“Setelah kita tanyakan kepada dokternya bahwa ada kepastian bahwa itu adalah Satriandi,” kata Yulius kepada Haluan Riau.

Satriandi, kata dia, adalah warga binaan yang di Lapas Kelas II A Pekanbaru. Dia menjalani hukum karena dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan dengan senjata api. Adapun vonisnya adalah 12 tahun penjara. Namun pada November 2017 lalu, Satriandi memilih melarikan diri, dengan menodongkan senjata ke petugas jaga lapas. “Dia adalah salah seorang narapidana yang lari pada bulan November tahun 2017 yang lalu, yang menodong anggota kita dengan senjata,” lanjut Yulius.

“Status Satriandi sudah putus dalam kasus pembunuhan dengan vonis 12 tahun,” sambung dia.

Atas tewasnya Satriandi itu, kata Yulius, pihaknya akan melaporkan hal itu kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Provisi Riau. “Dari Kanwil ke Jakarta, dan menyatakan bahwa yang bersangkutan sudah ditangkap walaupun dengan kondisi tewas, karena upaya paksa dari pihak Kepolisian,” lanjut Yulius.

Lebih lanjut dikatakan Yulius, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi atas kinerja pihak kepolisian yang berhasil menemukan penjahat kelas kakap tersebut. “Kami apresiasi juga dengan pihak kepolisian dalam hal penangkapan,” imbuh dia seraya mengatakan, perkara terhadap Satriandi telah dinyatakan gugur. “Perkara dua selanjutnya tidak dilanjutkan. Gugur demi hukum,” pungkas Kalapas Yulius Sahruza.

Beri Penghargaan

Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran yang sudah berhasil mengungkap kasus dengan tersangka Satriandi. Termasuk akan memberikan penghargaan kepada Lius Mulyadin.

Lius merupakan satu-satunya korban dari pihak polisi. Anggota Dit Reskrimum Polda Riau berpangkat Bripka itu tertembak di lengan bagian kanan saat penggerebekan itu. “Akan saya beri penghargaan kepada anggota (Lius Mulyadin,red) yang terluka akibat terkena tembakan di bagian lengan kanan,” kata Kapolda Riau.

Dalam penggerebekan itu, Lius merupakan salah satu tim yang posisinya berada di baris depan. Saat itu lah, Satriandi mencoba menghentikan langkah petugas yang terus maju. Dia menembakkan senjata api ke arah petugas, hingga akhirnya mengenai Bripka Lius. “Satriandi yang menembak,” tegas Irjen Pol Widodo.

Terhadap Bripka Lius, masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Riau. Dia akan menjalani operasi pengangkatan proyektil.(dod)

Comments

Berita Terbaru