PEKANBARU (HR)- Walikota Pekanbaru, Firdaus, MT, menegaskan kepada Organisasi Perangkat Daerah terkait untuk tidak tebang pilih dalam menertibkan tiang reklame yany berdiri melanggar aturan.

“Instruksi saya kepada teman-teman OPD untuk maksimal menertibkan tiang reklame melanggar aturan. Jangan tebang pilih, kalaupun berizin, tapi posisinya kurang tepat, tinjau kembali,” tegasnya, Rabu (31/7).

Dalam persoalan itu, meski Pemko Pekanbaru membutuhkan pemasukan dari sektor pajaknya, namun pembangunan tiang reklame harus sesuai aturan yang ada. Agar tidak mengganggu keindahan kota. “Kita butuh uang, iya, tapi kita juga butuh kecantikan kota, kalau terlalu banyak, mata ini kan tak elok memandang,” kata dia.

Sekalilagi Wako, mengingatkan, OPD terkait untuk memaksimalkan penertuvan tiang reklame melanggar aturan. Sebab masih ada pemasukan daerah ke depan dari sektor lain yakni pariwisata. “Bagaimana kita membangun kota ini supaya memberikan kenyamanan bagi warga dan tamu-tamu kota. Apalagi ke depan, industri pariwisata adalah primadona dalam devisa. “Sekali lagi bagaimana agar kota ini indah, ini menjadi harapan kita bersama,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Selasa (30/7) kemarin, Bapenda bersama Satpol dan DPM-PTSP, menertibkan reklame tak berizin dan tak membayar pajak di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO). Penindakan menyasar tiga ruas jalan yakni Sudirman, Tuanku Tambusai dan Soekarno Hatta.

Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, mengatakan, penertiban reklame tak berizin dan tak bayar pajak merupakan salahsatu fokus utama. Untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah Kota Pekanbaru. “Ini penertiban reklame yang tidak bayar pajak. Kita menyasar yang berada JPO,” katanya, Selasa (30/7).

Bukan hanya kali ini penertiban serupa masih terus berlanjut bekerjasama dengan OPD Pemko lain, di antaranya, Satpol PP dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). “Akan terus berlanjut, nanti dengan tim gabungan,” jelasnya.(her)

Comments

Berita Terbaru