oleh

Pelaku Sudah Lama jadi Incaran

 

PEKANBARU (HR)-Kepolisian Daerah Riau memusnahkan 18,5 kilogram sabu-sabu, Kamis (1/8). Barang bukti yang dimusnahkan itu termasuk 8,5 kilogram yang disita polisi dari dua orang yang diduga sebagai bandar narkoba.

Tidak hanya itu, juga terdapat 15.245 butir pil ekstasi yang turut dimusnahkan pada kegiatan yang digelar di Kantor Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Polda Riau, Jalan Prambanan Pekanbaru.

Narkotika senilai puluhan miliar itu disita dari tangan 9 tersangka dengan 6 Laporan Polisi (LP). Pengungkapan itu dilakukan dalam satu bulan terakhir.

Adapun para tersangka itu adalah insial A (31), MD (25), BJ (19), RSS (27) dan BI (30). Lalu, RA (22), E (48), K (43) dan RO.

Kegiatan itu dipimpin langsung Direktur Resnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Suhirman. Dan dihadiri sejumlah perwakilan dari sejumlah instansi terkait, seperti dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru, dan lain-lain.

“Narkoba ini dimusnahkan guna menghindari penyalahgunaan barang bukti yang telah disita,” ujar Kombes Pol Suhirman.

Barang haram yang dihancurkan dengan dilarutkan di dalam air untuk sabu, dan diblender untuk memusnahkan ekstasi itu, termasuk barang bukti yang disita dari tangan dua orang tersangka. Masing-masing berinisial RSS dan B.

Dikatakan Kombes Pol Suhirman, kedua pria itu diamankan di daerah Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Jumat (19/7) lalu. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sedikitnya 8,5 kilogram narkotika jenis sabu. Menurut dia, kedua pelaku memang sudah cukup lama menjadi incaran petugas.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat, kita lakukan pengejaran ke arah pantai timur Sumatera. Namun demikian karena belum berhasil, kita lakukan pengembangan ke Kota Pekanbaru. Akhirnya berhasil kita ungkap pada Jumat tanggal 19 Juli 2019 lalu,” sebut dia.

Tak hanya itu, kata dia, selain dua pelaku dan barang bukti narkotika jenis sabu, dalam penangkapan tersebut polisi juga menemukan uang Rp450 juta yang disimpan di salah satu rumah yang diduga sebagai hasil jual beli sabu, sejumlah buku tabungan, kartu anjungan tunai mandiri (ATM), dan emas putih.

“Ada juga mobil yakni Pajero dan 2 unit mobil Honda Jazz , serta 1 unit sepeda motor,” lanjut dia.

Masih dikatakannya, kedua pelaku merupakan residivis dalam kasus yang sama. “Inisial RSS pernah menjalani hukuman kasus yang sama, begitu juga B,” tutur Kombes Pol Suhirman.

Dengan ditemukannya barang bukti uang tunai dalam jumlah cukup besar dan beberapa barang mewah, polisi pun akan mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Kalau itu terbukti, kita akan arahkan ke TPPU,” imbuh dia.(dod)

Comments

News Feed