oleh

Pernah Menjabat Direktur Sejumlah Perusahaan Plat Merah

Jakarta (HR)- Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) Andra Y Agussalam dalam operasi tangkap tangan. Andra diduga menerima suap dari sesama BUMN yakni PT INTI.

Lalu bagaimana perjalanan karir Andra?
Mengutip laman resmi Angkasa Pura II, Kamis (1/8/2019), Andra diangkat sebagai direktur di Angkasa Pura II berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-08/MBU/01/2015 tanggal 15 Januari 2015.

Pria kelahiran Jakarta, 24 Maret 1964 ini sebelumnya juga menjabat sebagai direktur di perusahaan pelat merah. Dia sebelumnya Direktur Administrasi dan Keuangan PT Len Industri (Persero) periode 2008-2015.

Pada tahun 2002-2008, Andra menjabat Direktur Keuangan Badan Layanan Umum Transjakarta Busway. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Komisaris PT Centris Multipersada Pratama Tbk (CMPP) periode 1995-2001, Wakil Presiden PT Sigma Batara Securities periode 1993-1995. Lalu, Manager PT Muji Asta Consultant di 1991-1993.

Paling awal, dia menjalani karir sebagai Staff Officer Bank Rakyat Indonesia (BRI) New York, Amerika Serikat (1990-1991).
Andra menyelesaikan mendapat gelar Doctorandus in Accountary di Universitas Brawijaya, Malang (1982-1987). Lalu, mendapat gelar S2 di Southern New Hampshire University, Manchester, Amerika Serikat.

KPK mengamankan Andra Y Agussalam dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT). Ada duit dalam pecahan dolar Singapura yang diamankan.

“Ditemukan juga uang dalam bentuk dolar Singapura,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Kamis (1/8).
Duit dalam pecahan dolar Singapura itu disebut setara dengan Rp 1 miliar. Diduga suap diberikan oleh pihak PT Inti, yang juga BUMN.

“Setara dengan hampir Rp 1 miliar, yang kemudian diamankan tim sebagai bagian dari barang bukti di lokasi,” ujarnya.
Saat ini ada lima orang yang diamankan dan masih berstatus sebagai terperiksa. KPK punya waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

Berikut sederet fakta OTT KPK sejauh ini:

1. Terkait Suap Antar-BUMN

Andra Y Agussalam diduga menerima suap dari pihak PT Inti (Industri Telekomunikasi Indonesia). PT Inti juga merupakan BUMN.
“Ditemukan bukti-bukti awal bahwa telah terjadi transaksi di antara dua pihak dari BUMN. Diduga telah terjadi penyerahan uang untuk salah satu direksi di PT Angkasa Pura II terkait dengan proyek yang dikerjakan oleh PT Inti,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Kamis (1/8). Namun, KPK belum menjelaskan detail dugaan pemberian itu terkait proyek apa.

2. KPK Amankan 5 Orang
Ada lima orang yang diamankan dalam OTT terhadap Dirkeu AP II Andra Y Agussalam tersebut. Kelima orang itu terdiri dari unsur direksi BUMN AP II hingga pegawai di PT Inti.
“Tim KPK telah mengamankan lima orang dari unsur direksi PT AP II, pihak dari PT Inti, dan pegawai masing-masing BUMN yang terkait,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Kamis (1/8).
Syarif belum menjelaskan identitas detail pihak yang diamankan tersebut.

3. Sita Duit Rp 1 Miliar
KPK turut menyita duit dalam pecahan dolar Singapura saat OTT tersebut. Jumlah yang disita disebut setara dengan Rp 1 miliar.
“Ditemukan juga uang dalam bentuk dolar Singapura setara hampir Rp 1 miliar yang kemudian diamankan tim sebagai bagian dari barang bukti di lokasi,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan.

4. Status Hukum Ditentukan Hari Ini
KPK masih memeriksa para pihak yang diamankan dalam OTT ini. Kelima orang yang terjaring OTT tersebut masih berstatus sebagai terperiksa.

“Sesuai dengan hukum acara yang berlaku, maka KPK akan memaksimalkan waktu 24 jam ini sebelum menentukan status hukum perkara dan pihak-pihak yang diamankan tersebut,” ucap Basaria. (dtc)

Comments

News Feed