oleh

Berita Duka, JCH Inhu Meninggal Dunia

MEKAH (HR)-Innalillahi wainnailaihi rojiun. Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar Jamaah Calon Haji (JCH) Riau tahun 2019.

Telah berpulang kerahmatullah Ibu Sugiati Binti Saliman (54) di RS King Faisal Mekkah Al-Mukarramah, Ahad (04/08/2019) pukul 01.40 Waktu Arab Saudi (WAS).

Eka Putra Nazir selaku Tim Pembimbing Haji (TPHD) Riau lewat status facebooknya yang dikutip Hariantimes.com pukul 02.00 WIB menyebutkan, almarhumah merupakan JCH asal Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), tepatnya Desa Sei Beras-beras Kecamatan Lubuk Batu Jaya. Almarhumah tergabung dalam Kloter 6 BTH Rombongan 6 Regu 22.

Jenazah JCH asal Inhu saat disemayamkan di RS King Faizal Mekah

“Almarhumah meninggalkan seorang suami yang juga ikut berangkat haji bersamanya, yakni Sanipan Bin Tarja Mustar (60) dan seorang anak di kampung halaman,” ujar pria yang akrab disapa Eka ini.

Menurut informasi suami almarhumah yakni Sanipan, sebut Eka, almarhumah menderita beberapa penyakit bawaan yakni jantung, liver dan stroke. Dan selama di Mekkah, almarhumah sudah memperlihatkan keadaan yg kurang baik. Sempat dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia dan RS King Faisal dan sembuh. Meski demikian, Almarhumah pun tetap semangat menjalankan ibadah walau terbatas di dalam hotel saja.

Sampai Ahad tengah malam sekitar pukul 12.00 WAS, Sugiati drop dan dilarikan ke RS King Faisal kembali. Hanya satu jam di RS, Allah SWT sudah berkehendak lain. Sugiati menghembuskan nafas terakhirnya didampingi suami tercinta.

“Tentu saja ini merupakan pukulan berat bagi Pak Sanipan. Bahkan ketika kabar ini disampaikan kepada keluarga di tanah air, semua berharap pak Sanipan sedang bercanda. Sebab sang ibu berangkat dalam keadaan ceria dan penuh semangat,” ujar Eka.

Atas musibah, Pak Sanipan mengaku ikhlas dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT.

“Semoga Allah SWT menerima niat ibadah haji istri saya, walaupun belum sempat dia kerjakan. Kepada yg mengenal almarhumah dan kami semua, saya menyampaikan permohonan maaf. Mohon doakan istri saya diterima di sisi Allah SWT dan mendapat surga. Amin ya rabbal alamin,” katanya.

Suasana doa bersama siang dan maghrib tadi yang diselenggarakan Kloter 6 BTH berlangsung penuh haru. Para jamaah, khususnya sahabat almarhumah selama di tanah suci, tidak kuasa menahan tangis saat memanjatkan doa memohon keampunan dari Allah SWT.

Comments

Berita Terbaru