oleh

Gelar Operasi Cipta Kondisi di Kafe, Hotel & Tempat Hiburan Malam

HIM LIPUTAN MERANTI

SELATPANJANG (HR)-Satuan Polisi Pamong Praja Kepulauan Meranti dipimpin Plt Kasatpol PP Hery Saputra menggelar Operasi Cipta kondisi di Kota Selatpanjang. Kegiatan ini untuk menindaklanjuti informasi masyarakat terkait adanya aktivitas oknum
masyarakat yang mengganggu ketertiban umum dan menimbulkan potensi kerawanan sosial, Sabtu
malam (3/8).

Turut serta bersama Kasatpol PP, Sekretaris Umayah Yatim, Kabid Perda Piskot Ginting, Kabid Ops Wira Gusfian, Kasi Pembinaan Masyarakat Masdiana, Kasi trantibum Idra Husma, Kasi Perda Erfauzy, Kasi Intelgen Andi Irawan serta Banpol dan ASN lainnya.

“Kita melakukan operasi cipta kondisi di seputaran Kota Selatpanjang. Operasi ini
untuk menindaklanjuti informasi dari masyarakat terkait aktvitas oknum masyarakat yang dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan sosial hingga meresahkan,” jelas Plt Kasatpol PP Meranti Hery Saputra kepada media, Minggu (4/8).

Dijelaskan Hery, kegiatan ini sesuai dengan tugas dan fungsi Satpol PP yang tertuang dalam
Peraturan Bupati tentang Cipta Kondisi yang nyaman dan kondusif ditengah masyarakat.
Adapun sasaran operasi, adalah lokasi yang dinilai rawan sesuai informasi yang dihimpun Tim Satpol PP dari laporan masyarakat. Seperti tempat hiburan malam, kafe, hotel, pasar sandang pangan, Pelabuhan Alai, Pelabuhan Sedulur, Pelabuhan Suak, Jalan Pemuda Setia, Jebatan Pelangi, Jalan Pramuka, Lingkar Dorak, Pelabuhan Pelindo dan tak lupa cek pengamanan rumah Dinas Bupati/Wakil Bupati/Sekda.

Lebih jauh dijelaskan Hery yang juga Kabag Humas dan Protokol Pemkab Meranti ini, operasi dibagi menjadi tiga kelompok. Dengan masing-masing berangkotakan 11 petugas Satpol PP.

Dalam Operasi Cipta Kondisi yang berlangsung selama 3 jam dari pukul 22.15-01.00 WIB di lokasi, Jalan Lingkar Dorak petugas Satpol PP menemukan komunitas anak motor yang berjumlah 15 dan diindikasi akan melakukan balap liar.

Menyikapi hal itu, Kasatpol PP mencoba melakukan tindakan persuasif pembinaan untuk memberikan pengertian kepada para anak motor untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menganggu kenyamanan masyarakat. Seperti, kebut-kebutan, minum miras, apalagi sampai tawuran. Setelah mendapat pengarahan, kelompok anak motor terlihat bisa menerima arahan  dan segera membubarkan diri.

Comments

Berita Terbaru