oleh

Polres Inhu Amankan 62 Tersangka Narkotika Hingga Juli 2019

RENGAT (HR)-Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sudah merupakan sebuah fenomena global yang sangat menakutkan dan sangat membahayakan bagi bangsa dan Negara. Dampak buruk penggunaan narkoba ini juga sudah menyentuh hampir ke seluruh masyarakat di semua golongan.

Bahkan narkoba ini perkembangannya sudah merambah ke segala tempat bahkan telah sampai di sekolah – sekolah baik SD,SLTP, SLTA dan juga di perguruan tinggi. Kalau kondisi ini berlanjut akibatnya adalah menurunnya kualitas generasi muda yang berarti akan mengurangi aset bangsa.

Upaya Satuan Reserse (SatRes) Narkoba Polres Indragiri Hulu untuk terus memberantas peredaran Narkoba di Inhu, memang bukan sebuah kerja yang mudah. Setiap saat ada saja pelaku baru baik pengedar maupun pengguna barang haram tersebut. Meskipun tindakan terus dilakukan, namun bukan membuat pelaku lainnya jera untuk terus menjalankan bisnis yang memang cukup menjanjikan itu.

Hingga 20 Juli 2019, sudah ada 42 perkara Narkotika yang didominasi oleh Shabu Shabu, berhasil diungkap oleh Kepolisian Indragiri Hulu beserta jajaran. Dalam perkara ini ada 64 orang tersangka berhasil diamankan yang terdiri dari 59 orang laki laki dan 5 orang tersangka perempuan.

Dari perkara tersebut, disebutkan Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Dasmin Ginting SIK melalui Ps Paur Humas Aipda Misran, 19 perkara telah selesai, namun masih ada 30 perkara lagi masih dalam sidik dan 32 tersangka juga masih dalam sidik.

“Dari perkara tersebut berhasil diamankan barang bukti sebanyak 332,42 gram Shabu, 12 butir ekstasi dan 502,2 gram Narkotika jenis tanaman yaki Ganja. Uang 19.330.000, 6 unit roda dua dan 45 unit HP, jelas Misran.

Selain itu juga, sudah dilakukan penangkapan lainnya baik oleh Polres maupun Polsek, seperti yang dilakukan Polsek Batang Cenaku yang mengamankan jaringan narkoba diwilayah tersebut, sebanyak 10 orang.

Misran menyebutkan, upaya untuk memberantas atau minimal menekan peredaran narkoba di Inhu arus terus dilakukan, demi menyelamatkan generasi muda.”Kami berharap agar para tokoh masyarakat, tenaga pendidik, tokoh agama dan terutama orang tua ataupun keluarga dapat hendaknya betul betul memberikan pemahaman bahaya Narkoba dan juga melakukan pengawasan terhadap pergaulan menyimpang putra putri nya, ajak Misran.

Dikatakannya, orang tua harus memiliki pengetahuan secara jelas tentang narkoba , agar dapat memberikan pengetahuan dan pembekalan pada anak tentang ganasnya narkoba dan bagaimana cara menghindarinya.

Hindari kepercayaan diri yang berlebihan bahwa anaknya adalah anak yang sempurna dan tidak punya masalah, ini perlu dilakukan agar secepatnya dapat mendeteksi dini bila ada perobahan yang tidak lazim pada anaknya. Jangan segan mengawasi dan mencari penyebab terjadinya perubahan tingkah dan perilaku pada anaknya.”Banyak hal lainnya yang harus dimiliki oleh para orang tua, agar anak merasa nyaman berada di lingkungan keluarga, tambahnya.eka

Comments

Berita Terbaru