oleh

Jaksa Kembali Periksa Mantan Pimcab

PEKANBARU (HR)- Penyidik langsung bergerak cepat melakukan pemanggilan saksi-saksi dalam perkara dugaan korupsi Bank Riau Kepri (BRK) Cabang Pangkalan Kerinci. Itu dilakukan setelah status perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Seperti yang terlihat di kantor sementara Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Selasa (6/8). Tiga orang dipanggil untuk dimintai keterangan dalam perkara yang terjadi pada tahun 2017 lalu. Salah satunya adalah Faizal Syamri selaku Pimpinan Cabang (Pimcab) BRK Pangkalan Kerinci kala itu.

Dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Muspidauan, membenarkan hal tersebut. “Benar, yang bersangkutan (Faizal Syamri,red) diperiksa dalam perkara BRK Pangkalan Kerinci,” ungkap Muspidauan kepada Haluan Riau.

Tak hanya dia, pemeriksaan juga dilakukan terhadap Analis Kredit Yurico Pratama, dan Ujang Azwar selaku Direktur PT Dona Warisman Bersaudara. Untuk nama yang disebutkan terakhir itu merupakan pihak debitur di BRK Pangkalan Kerinci.”Pemeriksaan ini dalam rangka proses penyidikan. Penyidik masih berupaya mengumpulkan alat bukti,” lanjut mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru itu. “Sejauh ini belum ada penetapan tersangka,” sambung Muspidauan.

Diketahui, saat perkara ini masih dalam tahap penyelidikan, ketiga orang tersebut juga pernah dimintai keterangan. Mereka diklarifikasi untuk memastikan adanya peristiwa pidana dalam dugaan pemberian kredit ke PT Dona Warisman Bersaudara itu.
Selain itu, proses yang sama juga pernah dilakukan terhadap Ade Roshan, pegawai BRK dari Satuan Kerja Audit Intern (SKAI), Ahmadi Syamsul selaku Pimpinan Seksi (Pimsi) Operasional dan Pelayanan Nasabah, dan Sasnobon Pimsi Pemasaran.

Selanjutnya, Yanuar selaku Analis Kredit, Muhammad Abdillah selaku Admin Kredit. Juga, terdapat nama Yuliana yang merupakan Komisaris PT Dona Warisman Bersaudara, Riski Sanjaya dari PT Askrindo Cabang Pangkalan Kerinci, dan Notaris Reni Mayoni. Setelah penyelidikan rampung, Tim Penyelidik melakukan gelar perkara pada pertengahan Juli 2019 kemarin. Hasilnya, Tim Penyelidik sepakat untuk menaikkan status perkara ke tahap penyidikan. Itu ditandai dengan diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang ditandatangani Kepala Kejati (Kajati) Riau Uung Abdul Syakur.

Penanganan perkara ini dilakukan terhadap dugaan penyimpangan pemberian kredit oleh BRK Cabang Pangkalan Kerinci kepada PT Dona Warisman Bersaudara pada tahun 2017 lalu. Disinyalir, ada kesalahan prosedur dalam pemberian kredit yang diperkirakan mencapai Rp1,2 miliar. Belakangan diketahui kredit itu macet.(dod)

Comments

Berita Terbaru