oleh

Puluhan Hektar Lahan PT SAL dan SAGM di Inhil Terbakar

TEMBILAHAN (HR) – Puluhan hektar lahan diduga milik Setia Agrindo Lestari (PT SAL) di Kecamatan Gaung dan PT Surya Agrindo Mandiri (PT SAGM) di Kecamatan Tempuling terbakar.

Mengacu data dari Polsek Gaung, terdapat 2 titik di anak perusahaan Surya Dumai Grup ini pada Jum’at (2/8) lalu yaitu di Blok S 40 41 Afdeling 2 dengan luas yang terbakar kurang lebih 20 hektar dan di Desa Belantararaya seluas kurang lebih 15 hektar.

Selain lahan milik perusahaan sawit ini, diketahui lahan yang terbakar juga milik masyarakat yang memang rawan terbakar saat musim kemarau saat ini.

“Upaya yang telah dilakukan, melaksanakan pemadaman dengan dibantu oleh RPK milik PT SAL, PT GIN, PT MSK dengan alat pemadam mesin Robin 8 unit, boat pemadam 4 unit, alat berat 1 unit, cangkul 10 buah serta parang 10 buah dari petani tempatan. Upaya pemadaman tersebut mencegah titik api tidak meluas,” ungkap IPTU Hendri Besron SH.

Selain di Kecamatan Gaung, lahan milik PT Surya Agrindo Mandiri (Surya Dumai Grup) di Kecamatan Tempuling juga diketahui terbakar, luas lahan yang terbakar mencapai puluhan hektar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Inhil Yusfik membenarkan terjadi kebakaran lahan di beberapa titik di Kecamatan Tempuling dan mereka akan segera menerjunkan tim kesana.

“Besok (hari ini, red) saya dan personil akan turun kesana,” jawab Yusfik, Senin (5/8).

Kapolsek Tempuling AKP Subagja SH menegaskan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kebakaran lahan di Kecamatan Tempuling tersebut.

Hingga saat berita ini diturunkan pihak Humas anak perusahaan Surya Dumai Grup di Kabupaten Inhil, Darma masih belum dapat dikonfirmasi terkait masalah ini.

Untuk diketahui, mengacu kepada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, perusahaan wajib menjaga kelestarian lingkungan hidup, termasuk bahaya kebakaran. Perusahaan yang lalai menjaga wilayah sekitar operasional dari kebakaran dapat dikenai sanksi, baik secara administratif maupun ancaman pidana.(rtc/nie)

Comments

Berita Terbaru