oleh

Mahasiswa Sodorkan Petisi Karhutla

PEKANBARU (HR)- Gubernur Riau, Syamsuar mengisi Kuliah Umum pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi mahasiswa baru, Rabu (7/8). Namun saat itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau menyodorkan petisi mengenai kebakaran hutan dan lahan.

Akmal & Nurmadi
Pekanbaru

Mahasiswa Universitas Riau (UR) mempertanyakan penanggulangan bencana asap kepada Gubernur Riau, saat mengisi Kuliah Umum pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Dalam. petisi yang disampaikan BEM Universitas Riau (UR), ada 6 poin tuntutan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang diajukan terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Usai tuntutan dibacakan, Syamsuar mengatakan saat ini Satgas Darat sedang berjibaku memadamkan api di lahan yang terbakar.
“Saya mendapat laporan dari Danramil Siak. Gambut yang terbakar, namun untuk memadamkan dalam waktu tujuh hari, bukanlah hal yang mudah dan cepat,” ujar mantan Bupati Siak itu.

Penegakan hukum terhadap pelaku pembakar hutan dan lahan, kata Syamsuar, sedang berjalan di Polda Riau. Dari laporan yang masuk itu, Gubernur belum menerima informasi ada korporasi yang terindikasi melakukan pembakaran lahan dan hutan di Riau. Syamsuar membuka peluang kepada mahasiswa yang ingin berpartisipasi dengan turun ke lapangan, melihat langsung kondisi kebakaran.

Di saat moderator membuka sesi pertanyaan, seorang mahasiswa mengajukan pertanyaan, perihal bagaimana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sudah lebih sepekan Riau diselimuti kabut asap yang mengancam kesehatan masyarakat.
Menjawab pertanyaan mahasiswa tersebut, Syamsuar mengatakan Pemprov sedang melakukan upaya pemadam melalui udara dan darat dengan bantuan water bombing. “Saat ini Satuan Tugas sedang melakukan pemadaman. Musim kemarau sangat kering, namun kita terus berupaya,” jawabnya.

Sebelumnya Pemprov bersama aparat penegak hukum telah mensosialisasikannya kepada masyarakat. Namun, kebakaran tetap saja terjadi, entah itu disengaja atau tidak. Syamsuar meminta kepada mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah untuk ikut mensosialisasikan ke masayarakat agar tidak membakar lahan dan hutan. “Sekarang ini, bagaimana cara menyadarkan masyarakat untuk tidak membakar lahan, karena mencacah itu lebih bagus,” katanya.

Presiden Tekankan Pencegahan Karhutla

Presiden RI Joko Widodo, telah meminta kepada Pemprov Riau menjalankan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Gubernur Riau, Syamsuar, mengatakan permintaan Presiden tersebut disampaikan saat rapat terbatas bersama Presiden Istana Negara, Selasa (6/8). Sebagai Komandan Satgas Karhutla Riau, Gubri juga berharap agar pencegahan Karhutla dapat dilakukan semua komponen masyarakat.

“Kemarin Pak Presiden hanya menekankan upaya pencegahan agar tidak terjadi kebakaran di mana-mana, jadi tidak semata-mata melakukan pemadaman,” ujar, Gubri, Rabu (7/8).”Karena percuma saja kalau Satgas memadamkan api, tapi masyarakat masih membakar lahan. Pasti kebakaran tetap saja terjadi,” tambahnya. Dijelaskan Gubri, tidak ada instruksi yang khusus disampaikan oleh Presiden untuk penanganan Karhutla di Riau. Karena selain Riau, Provinsi lain juga mengalami kasus Karhutla yang sama dengan Riau. “Tidak ada yang khusus, karena kemarin semua provinsi yang kena kebakaran hutan, ada dari Sumatera, Kalimantan dan Papua,” jelasnya.***

Comments

News Feed