oleh

Setengah Semester Angka Cerai di Pelalawan telah Mencapai 386 Perkara

PANGKALAN KERINCI (HR)-Jumlah Cerai Gugatan (CG) maupun Cerai Talak ( CT) sepanjang Januari hingga Juli 2019 di Kabupaten Pelalawan telah mencapai 386 perkara. Sedangkan sepanjang tahun 2018, baik CG dan CT berjumlah 467 perkara.

“Ada penurunan sebesar 6,6 persen dari tahun 2017 lalu yang mencapai 500 perkara,” ujar Humas Pengadilan Agama Pangkalan Kerinci, Amri Yantoni, Kamis (8/8).

Dari jumlah itu, inisiatif perceraian paling banyak dari pihak perempuan, yaitu 257 perkara. Sedangkan dari pihak laki-laki sebanyak 111 perkara.

“Angka ini merupakan jumlah perceraian yang dilakukan atas dasar pernikahan pasangan muslim dan tidak termasuk dalam pasangan non muslim, yang melakukan perceraian di pengadilan umum,” terang dia.

Kata dia, untuk dispensasi nikah di bawah umur, baik bagi wanita di bawah 16 tahun maupun pria di bawah 19 tahun ada sebanyak 4 perkara. Sedangkan untuk penetapan permintaan poligami hingga saat ini tidak ada yang mengajukan.

“Dispensasi nikah diberikan bagi anak yang ingin menikah atau umurnya di bawah yang dipersyaratkan Undang-undang (UU) Perkawinan. Sedangkan permintaan poligami tidak ada hingga saat ini,” kata Amri.

Terkait dengan tingginya angka perceraian, Humas yang juga merupakan Hakim di PA Pangkalan Kerinci ini menjelaskan, kebanyakan perceraian dipicu persoalan ekonomi dan perselisihan yang tidak berkesudahan dalam membina mahligai rumah tangga.

“Secara ekonomi dimana kurang tanggung jawab pria sebagai kepala rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Sedangkan untuk perselisihan kita sering menyebutnya dengan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),” kata Amri mengakhiri.(ton/dod)

Comments

Berita Terbaru