oleh

Komisi I DPRD Rohil Minta dan Desak PMD Segera Panggil RA, Leonard : Ini Sangat Luar Biasa

BAGANSIAPIAPI (HR)-Komisi I DPRD Rokan Hilir (Rohil) yang membidangi hukum dan pemerintah meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) setempat segera memanggil dan memeriksa Rahmad Abdah. Penghulu Darussalam, Sinaboi itu diduga mengikuti Kongres Partai PDIP di Bali beberapa waktu lalu.

“Kita minta segera dipanggil dan periksa penghulu itu Rahmad Andah,red). Kita lihat perkembangannya jika pemeriksaan tidak independen dan terkesan main-main yang ujungnya tidak ada sanksi, maka kami Komisi I akan menggunakan wewenang kami,” ujar Leonard Situmorang melalui sambungan telepon, Selasa (13/8).

Pengurus PP Rohil ini menambahkan, pihaknya juga mempertanyakan kapasitas Rahmad Abdah mengikuti kongres tersebut terlebih lagi ia seorang kepala desa yang masih aktif.

“Hari ini mau tidak mau dia harus taat aturan-aturan kepala desa itu kan. Tidak boleh dia mengikuti kongres-kongres begitu. Sebagai apa dia di situ,” sebut Politisi Partai Gerindra itu.

Masih kata dia, orang-orang yang hadir di kongres itu tentunya orang-orang yang masuk dalam pengurusan partai tersebut. “Pasti dia sebagai pengurus. Nah, ini yang perlu dilakukan pemeriksaan secara transparan agar publik mengetahuinya,” sebut Leonard.

Jadi sambungnya, yang pertama memanggil penghulu tersebut adalah Dinas PMD selaku induk dari para Penghulu. “Kita minta dari Komisi Hukum dan Pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap orang terkait. Terhadap adanya dugaan pelanggaran oleh orang tersebut. Kalau dia orang partai wajar dia ikut. Lah dia kan kepala desa, nah itulah masalahnya,” kata Leonard.

Dia berpesan pemeriksaan secara terbuka agar menjadi pelajaran bagi penghulu tersebut dan penghulu lainnya. “Kita nggak peduli penguasa. Supaya besok-besok ada efek jera. Ini luar biasa ini, sangat luar biasa. Mungkin sebagian orang ini hal-hal yang biasa, tapi menurut kita ini luar biasa,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, keterangan Penghulu Darussalam, Kecamatan Sinaboi, Rahmad Abdah kepada wartawan saat dikonfirmasi via sambungan telepon, dimana dia  mengatakan bertolak ke Bali pada tanggal 7 Agustus 2019 menimbulkan tanda tanya besar.

Pasalnya, berdasarkan informasi dan foto yang beredar di media sosial Facebook, Rahmad Abdah bertolak ke Bali dari Bandaran Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada tanggal 7 Agustus 2018, pukul 06.18 WIB. Tentunya dia bertolak dari Bagansiapiapi pada tanggal 5 atau 6 Agustus.

Rombongan transit ke Bandara Internasional Juanda Surabaya, dan tiba pukul 10.21 WIB. Pada pukul 10.36 WIB, rombongan kembali terbang ke Bandar Udara Ngurah Rai Bali dengan keberangkatan domestik, Flight JT597, Gate 4, sampai pukul 13.26 WIB.

Sebelumnya Rahmad Abdah mengaku dirinya pergi ke Bali hanya sekedar jalan-jalan karena seumur hidupnya belum pernah ke sana. “Saya jalan-jalan aja tidak ikut kongres partai. Saya bertolak tanggal 7 (Agustus). Hari Rabu kemarin, hanya 2 atau 3 hari,” bebernya.

Saat ini, sambung Rahmad, dirinya sedang berada di Pekanbaru, di Rumah Sakit Eria Bunda menemai istrinya cek kehamilan.

“Saya sudah pulang dari Bali beberapa hari lalu. Rencananya hari Minggu mau cek istri, tapi rumah sakitnya tutup,” kata dia.

Namun apa yang disampaikan oleh Penghulu Rahmad sangat jauh berbeda dengan apa yang disampaikan Camat Sinaboi, Tengku Hasyim ketika dihubungi untuk diminta tanggapan soal bawahannya tersebut.

Ia menyebutkan saat ini Rahmad masih berada di Bali, sedang menuju pulang dan langsung ke Pekanbaru.

“Masih di Bali, hari ini pulang dan langsung ke Pekanbaru. Katanya dia mau nemani istrinya cek kehamilan,” ungkap Hasyim.

Ia mengakui Rahmad sudah minta izin dengannya namun tidak melalui surat melainkan secara lisan.”Secara lisan,” imbuh Hasyim.

Ketika ditanya apa tujuan penghulu tersebut ke Bali, Hasyim mengatakan sesuai dengan apa yang disampaikan Rahmad kepadanya hanya sekedar jalan-jalan.

“Kata Rahmad sama saya waktu minta izin kemarin dia pergi jalan-jalan. Dia pergi dibawa pak Wakil Bupati,” tandasnya.(jon/dod)

Comments

Berita Terbaru