oleh

Sekda Benarkan Plh Sekwan Mundur

 

PEKANBARU (HR) – Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, M Noer membenarkan informasi yang menyebut Pelaksana Harian Sekretaris Dewan Kota Pekanbaru, Sunarto, mengundurkan diri dari jabatannya. Terkait alasan Sunarto, Sekda menyebut tidak mengetahui pasti, namun dia menduga karena beban kerja.

“Memang benar informasi itu yang saya dapat dari pimpinan. Untuk surat pengunduran dirinya mungkin langsung ke pimpinan juga. Tapi sekarang untuk proses administrasi bisa terus jalan sedang dicarikan Plh sementaranya. Kalau alasannya, enggak tahu juga, apakah mungkin karena bebannya atau persoalan lain, tak tahu jugalah,” jelas M Noer, Senin (12/8).

Seperti diketahui, sejak ditinggal cuti besar oleh Alek Kurniawan, Sunarto ditunjuk menjadi Pelaksana Harian Sekretaris Dewan. Setelah hampir sebulan mengemban jabatan, diapun mengundurkan diri dengan alasan yang belum bisa dipastikan, namun disebut- sebut karena tak sanggup melaksanakan segala administrasi yang ada di Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru.

Posisi Alek Kurniawan sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Pekanbaru sebelumnya juga pernah digoyang pimpinan DPRD Pekanbaru. Dengan cara mengirimkan surat resmi ke Walikota Pekanbaru, meminta beliau dicopot dari jabatannya.

Wako Pekanbaru Firdaus, waktu itu juga tak membantah perihal permintaan pencopotan tersebut. Firdaus mengatakan, beberapa hari lalu pimpinan dewan mengirim surat kepada pemerintah kota untuk mengembalikan Alek Kurniawan. Dijelaskan Wako, Alek sedang dalam posisi cuti besar yang akan berlangsung tiga bulan lamanya. Karena dalam posisi cuti, Alek non aktif dan diganti Plh.

”Sebenarnya, saudara Alek juga mengajukan cuti ke kami, sudah kita berikan cuti. Untuk sementara pelaksanaan tugas-tugas itu diserahkan pada pelaksanaan harian,” imbuhnya.

Wako melanjutkan, apa yang diminta pimpinan DPRD Kota Pekanbaru untuk mencopot Alek akan jadi pertimbangan pihaknya. Dia memperkirakan ada masalah yang cukup pelik muncul antara Alek dan pimpinan DPRD. Apalagi pencopotan diminta untuk terealisasi dalam pekan ini.

”Kalau ada permintaan ditarik lagi ke Pemko, tentu ada sesuatu. Kerjasama antara kedua belah pihak kurang ketemu chemistry nya. Secara tertulis bukan karena anggaran (masalahnya-red). Kenapa sebabnya kami pelajari. Kami akan pelajari permintaan itu. UU ASN juga kita patuhi, maka surat itu sedang kami pelajari. Kami akan laporkan kan ke KASN. Apa yang jadi rekomendasi itulah kebijakan permanen,” imbuhnya waktu itu.(her)

Comments

Berita Terbaru