oleh

Usai Kunjungan Tiga Pejabat Tinggi Negara Ttitik Api di Pelalawan Kembali Meningkat Tajam

PANGKALAN KERINCI (HR)- Berdasarkan hasil pemantauan dalam dua hari belakangan ini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, info Hotspot Kabupaten Pelalawan tanggal 13 Agustus 2019 Update Pukul 16 00 WIB dan 14 Agustus 2019, Update Pukul 9.35 WIB, titik panas maupun titik api, nihil (Blank Area).

Berselang 24 jam usai kunjungan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) Siti Nurbaya, Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Tito Karnavian beserta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ke Kabupaten pelalawan, update pukul 16.00 WIB, tanggal 14 Agustus 2019, berdasarkan data satelit Terra dan Aqua, Hotspot di Kabupaten Pelalawan meningkat tajam.

“Untuk Kabupaten pelalawan Confidence >50% = 18 titik. Sedangkan Confidence >70% = 10 titik yang berpotensi menjadi titik api,” ujar Analis BMKG Stasiun Pekanbaru Sanya Gautami melalui sambungan seluler, Rabu (24/8) malam ini.

Ditambahkannya, untuk visibility (jarak pandang) di Kabupaten Pelalawan, tepatnya Pangkalan Kerinci berkisar 500 Meter hingga 1 Kilo Meter, dipenuhi asap.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Hadi Fanandio saat dihubungi media ini melalui sambungan seluler, meminta masyarakat utk tetap terus mewaspadai sebaran titik panas guna menghindari terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Kondisi tersebut perlu diperhatikan, agar tidak diperparah dengan maraknya pembukaan lahan untuk perkebunan dan pertanian dengan cara membakar,” ucap Kepala BPBD yang tanpa lelah terus berjuang bersama tim Karhutla dalam memadamkan api dibeberapa kawasan yang terbakar.

Oleh karena itu, BPBD terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Polres Pelalawan, Kodim 0313 /KPR serta Instansi terkait, Perusahaan maupun masyarakat luas untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan.

“Bahaya polusi udara dan asap, sangat berbahaya terhadap kesehatan warga masyarakat,” katanya mengakhiri.(ton)

Comments

Berita Terbaru