oleh

Meranti Perpanjang Status Siaga Karhutla 2019

SELATPANJANG (HR)-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menetapkan perpanjangan status siaga darurat kebakaran hutan lahan (karhutla) untuk pencegahan bencana kabut asap dan upaya penanganan lebih maksimal.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti M Edy Afrizal menyebutkan, status siaga Karhutla diperpanjang karena jumlah titik panas kebakaran semakin meluas dalam sepekan terakhir.

“Penetapan status siaga Karhutla sudah ada sejak awal tahun kemarin, saat ini sedang lagi proses perpanjangan. Rencananya kita perpanjang sampai Oktober mendatang,” kata Edy.

Dikatakannya, penetapan status siaga Karhutla ditetapkan sejak Februari lalu sampai dengan Agustus.

Ditambahkan, meski karhutla masih dalam kendali, namun luas lahan terbakar terus meningkat. Sehingga, perlu ada upaya tindak lanjut pencegahan bencana kabut asap akibat karhutla.

Sementara itu, Bupati melalui surat edaran Nomor :100/Pem-Otda/VIII/97 tentang larangan membakar hutan dan lahan di seluruh wilayah Kepulauan Meranti. Dikatakan kebakaran hutan dan lahan diakibatkan dan dipicu oleh pembukaan lahan dengan cara dibakar (merun).

Bupati mengatakan, saat ini tengah memasuki musim kemarau, sehingga lahan dan hutan saat ini rentan dengan kebakaran, apalagi ada masyarakat yang sengaja membuka lahannya dengan cara membakar. “Masih ada cara lain untuk membuka lahan dengan cepat,” ujar Bupati Irwan.

Menurutnya, membuka dengan cara membakar hutan selain menyebabkan kebakaran hutan, juga mengganggu kesehatan lingkungan dan berdampak pada ekosistem yang ada dengan asapnya. Bupati menyatakan warga akan mendapat sanksi tegas bila ketahuan membakar hutan dengan sengaja.

Agar instruksi tersebut sampai di masyarakat, pemkab menyebarkan informasi dalam bentuk brosur dan pamflet ke berbagai wilayah. Selain melarang membukan lahan dengan cara membakar, pemkab juga menginformasikan dampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.(hrc/mel)

Comments

Berita Terbaru