oleh

Tiga Terdakwa Kepemilikan 37 Kg Sabu di Bengkalis Dituntut Mati, Dua Lainnya 20 Tahun Penjara

BENGKALIS (HR)-Tiga terdakwa perkara temuan 37 kilogram sabu-sabu dituntut dengan hukuman mati. Dua lainnya, dituntut Jaksa dengan hukuman penjara selama 20 tahun.

Demikian terungkap di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Kamis (15/8) petang. Pembacaan tuntutan disampaikan Aci Jaya Saputra selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bengkalis.

Adapun tiga terdakwa yang dituntut mati tersebut adalah Suci Ramadianto, Iwan Irawan dan Rozali.

“Agar majelis hakim PN Bengkalis yang mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Suci Ramadianto alias Uci bin Subandi dengan pidana mati,” ujar Jaksa Aci membacakan tuntutan untuk terdakwa Suci di hadapan majelis hakim yang diketuai Zia Ul Jannah itu.

Isi berkas tuntutan hukuman mati serupa kemudian dibacakan untuk dua terdakwa Iwan dan Rozali secara bergantian.

Jaksa Aci menyatakan bahwa berdasarkan fakta persidangan ketiga terdakwa di atas terbukti dan bersalah melanggar tindak pidana narkotika sesuai Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun tahun 2009 atau sesuai dakwaan pertama.

Sementara, dua terdakwa lainnya yang dituntut hukuman 20 tahun penjara adalah Surya Dharma Dan Muhammad Aris. Selain penjara, keduanya juga dituntut membayar denda Rp20 miliar subsider tiga bulan kurungan.

Proses pembacaan tuntutan itu sendiri sempat tertunda tiga kali, setelah sebelumnya dijadwalkan pada pekan lalu, awal pekan ini hingga baru terlaksana Kamis petang.

Ketiga terdakwa hanya menunduk lesu mendengarkan tuntutan yang dibacakan oleh jaksa tersebut. Majelis hakim yang memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menanggapi tuntutan itu kemudian mempersilahkan mereka mengajukan pledoi atau pembelaan pada pekan depan.

Perkara yang menjerat kelima terdakwa berawal dari temuan 37 kilogram dan 75.000 ekstasi serta 10.000 pil happy five di sebuah kapal kosong di perairan Kembung, Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau, akhir Desember 2018 lalu.(dod)

Comments

News Feed