oleh

Bintang Mahaputra Nararya untuk Almarhum Tenas Effendy

Tokoh Masyarakat Riau yang juga tokoh Melayu Riau, Almarhum Tengku Nasaruddin Said Effendy (Tenas Effendy) menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputra Nararya, dari Pemerintah Republik Indonesia yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta.

Anak kandung almarhum Tenas Efendy, Tengku Hidayati Effiza, menerima langsung penghargaan tertinggi bagi tokoh budayawan Riau itu oleh Presiden Joko Widodo, berupa Surat Keputusan dan setifikat dari Pemerintah RI.

Sebagai pihak keluarga, penghargaan ini menurutnya bentuk kepedulian negara menghargai jerih payah Tenas Effendy

Almarhum Tenas Effendy menerima penghargaan tersebut merupakan usulan dari Kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud). Almarhum merupakan tokoh pejuang Riau, dan juga tokoh adat Melayu Riau yang telah banyak berbuat bagi negeri Melayu Riau dan juga Indonesia. Ini suatu kehormatan bagi Riau, salah satu tokohnya masuk dalam penerima penghargaan dari presiden.

Pemberian penghargaan ini melalui proses yang cukup panjang, mulai dari pengusulan, di sidangkan, verifikasi dan ditetapkan. Penghargaan ini juga bersempena hari kemerdekaan RI 17 Agustus. Tentu suatu penghargaan yang tinggi bagi kita Riau, tokoh dan budayawan Melayu Riau menerima penghargaan tertinggi dari pemerintah,” ungkap mantan Karo humas Setdaprov Riau ini.

Tenas Effendy lahir di Kuala Panduk, Pelalawan, 9 November 1936 – meninggal di Pekanbaru, Riau, pada 28 Februari 2015 dalam umur 78 tahun. Beliau adalah budayawan dan sastrawan dari Riau. Sebagai seorang sastrawan, Effendy telah banyak membuat makalah, baik untuk simposium, lokakarya, diskusi, maupun seminar, yang berhubungan dengan Melayu, seperti Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand Selatan, Filipina Selatan, sampai Madagaskar. Effendy sangat menjunjung tinggi dan amat peduli dengan kemajuan dan perkembangan kebudayaan Melayu

Selain Almarhum Tenas Efendy, tokoh lainnya penerimaan Bintang Mahaputra Nararya, yakni Arifin Panigoro, pendiri dan penasehat PT Medco Internasinal Tbk, Sofyan Wanandi, Ketua tim Ahli Wakil Presiden RI, dan almarhum Siti Maryam Muhammad Salahuddin, ilmuan kebudayaan daerah Bima. Sedangkan almarhum Tenas Effendy, akademisi dan budayawan.***

Comments

News Feed