oleh

LSM LAMI Laporkan Dugaan Ipal ke Polda Riau

PEKANBARU (HR)- Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia membuat pengaduan ke Polda Riau terkait dugaan ijazah palsu yang digunakan oknum Calon Legeslatif DPRD Kota Pekanbaru terpilih, berinisial KH, Rabu (14/8).

Hal itu disampaikan Koordinator Bidang Hukum Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI), Aziz Iswanto kepada wartawan. “Benar kami menyampaikan pengaduan ke Polda Riau sekitar pukul 10.00 WIB. Pengaduan terkait dugaan penggunaan ijazah palsu oleh seseorang berinisial KH yang sekarang terpilih sebagai anggota Dewan,” kata Aziz.

Dari penelusuran LSM LAMI, indikasi ijazah palsu (Ipal) tersebut, yakni ijazah yang dikeluarkan sekolah tinggi swasta di Jakarta Barat, seharusnya ada hologram, tapi pada ijazah KH tidak ditemukan hologramnya. Kedua, dalam penulisan pejabat Bimbingan Masyarakat (Binmas) Kristen, ejaannya tidak tepat.

Ketiga, sekolah tersebut tidak ada aktivitas perkuliahan sejak tahun 2015, sehingga ijazah seharusnya dileges di Dirjen, bukan di sekolah tinggi yang bersangkutan. Keempat, berdasarkan keterangan warga setempat dan Ketua RT, sekolah tinggi tersebut tidak ada aktivitas sejak tahun 2015 ke atas, namun ada ijazah yang dikeluarkan atasnama KH pada bulan Agustus 2016. “Ketua RT tak pernah mengetahui dan ada laporan aktivitas perkuliahan di wilayahnya,” kata Aziz.

Terkait dengan pengaduan tersebut, Aziz meminta kepada Polda Riau agar mengungkap siapa aktor dari pembuatan ijazah tersebut dan yang menggunakan ijazah diduga palsu tersebut. “Kalau memang benar kuliah di sana, tentu bisa menunjukkan daftar hadir di sekolah tersebut. Apalagi ini digunakan untuk mencalonkan sebagai wakil rakyat,” terang Aziz.

Sementara itu, Caleg terpilih berinisial KH saat dihubungi melalui telpon selulernya tidak mengangkat. Di waktu terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto ketika dikonfirmasi, mengatakan akan bertanya dahulu ke Reskrim. (war)

Comments

Berita Terbaru