oleh

Telah Bayarkan Rp250 Juta, Sub Kontraktor Pembangunan Tol di Riau Minta Sopir Tanyakan Soal Uang Makan ke Vendor

PEKANBARU (HR)-Sejumlah sopir dan operator alat berat pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai diminta untuk menanyakan perihal uang makan mereka ke CV Pelita Makmur Pratama (PMP). Menurut PT Unggul Puspa Negara (UPN), uang makan itu telah dibayarkan ke CV PMP.

Itu seperti disampaikan Susilo selaku Direktur Utama (Dirut) PT UPN menanggapi tuntutan para sopir tersebut. Teranyar, tuntutan itu disampaikan langsung ke dirinya kala para sopir yang dipimpin Sembiring mendatangi kantor PT UPN di Pekanbaru, belum lama ini.

“Mereka (sopir,red) tiga orang datang ke kantor. Lalu kita buatkan itu, surat keluar yang menyatakan bahwa sudah dikeluarkan uang Rp250 juta untuk uang makan,” ujar Susilo kepada haluanriauco, Jumat (16/8).

Surat dengan nomor : 052/UPN-SK/VIII/2019 tertanggal 12 Agustus 2019 itu ditujukan kepada Suiling. Dalam surat itu dinyatakan jika PT UPN ingin memberitahukan kepada PT PMP/Makmur bahwa telah ada pembayaran sebesar Rp250 juta untuk pembayaran alat berat dan dump truck, serta operasional sopir dump truck dan operator alat berat.

Adapun rinciannya, tanggal 3 Desember 2018 sebesar Rp100 juta, dan 4 Desember 2018 sebesar Rp150 juta.

Menurut Susilo, CV PMP bekerja sama dengan pihaknya sebagai vendor penyedia kendaraan.

“Padahal uang makan itu kan urusan vendor (ke sopirnya). Kita sudah bayarkan ke CV PMP itu (sebesar) Rp250 juta,” lanjut Susilo.

“Seharusnya sopir itu menanyakan soal uang makan itu ke vendor (CV PMP, red), bukan ke kita,” sambungnya.

Kendati begitu, Susilo tidak menampik jika pihaknya masih berutang kepada CV PMP. Itu terkait dengan sewa menyewa alat, bukan soal uang makan.

Terkait hal itu, Susilo menegaskan akan segera melunasi. Tentu saja itu dibayarkan setelah dilakukan verifikasi terkait operasional dan hasil produksi CV PMP.

“Kita akan membayarkan. Tapi kita harus cocokkan dulu. Itu yang belum dihitung. Jika sudah dapat hitungannya, kita akan bayarkan sesuai hak dia,” imbuh Susilo.

Sementara itu, Kadri SE SH, selaku Kuasa Hukum dari Susilo, menyayangkan sikap Sembiring dan kawan-kawan yang menurutnya memberikan informasi yang tak benar. Sehingga pemberitaan yang muncul di media, juga merugikan PT UPN.

“Kita juga ingin mengingatkan kepada Sembiring, sopir CV MPM, agar hati-hati memberikan statemen di media. Jangan sampai nama baik perusahaan PT UPN tercemar. Jika tidak, maka kami akan mengambil upaya hukum yang dianggap perlu,” singkat Kadri mengingatkan.

Dari informasi yang dihimpun, pemenang proyek pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai ini adalah PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI). Posisi PT UPN dalam pengerjaan proyek ini sebagai sub kontraktor PT PGAS. Sementara PT PGAS sub kontraktor PT HKI.

Untuk membantu pelaksanaan pekerjaan, dilakukan perjanjian dengan CV PMP berdasarkan surat perjanjian sewa mobil Nomor : 181/PMP-UPM/IX/2018 tertanggal 21 September 2018. Perjanjian itu ditandatangani Makmur/Suiling selaku Direktur CV PMP dengan Susilo selaku Dirut PV UPN.(dod)

Comments

News Feed